Share

Buang Kesempatan Kalahkan AC Milan, Pelatih Sassuolo Cukup Puas

Maulana Yusuf, MNC Portal · Rabu 31 Agustus 2022 12:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 31 47 2658029 buang-kesempatan-kalahkan-ac-milan-pelatih-sassuolo-cukup-puas-kLOa4S3JQw.jpg Buang kesempatan kalahkan AC Milan, pelatih Sassuolo cukup puas (Foto: Twitter/SerieA_En)

BUANG kesempatan kalahkan AC Milan, pelatih Sassuolo cukup puas. Pelatih Sassuolo, Alessio Dionisi, mengatakan bahwa skor imbang tanpa gol (0-0) di laga pekan keempat Liga Italia 2022-2023 itu adalah hasil yang adil bagi kedua tim.

AC Milan bertandang ke Mapei Stadium, Selasa 30 Agustus 2022 malam WIB. Namun, juara bertahan Liga Italia itu sempat kesulitan hingga hampir takluk dari tim tuan rumah. Sayang bagi Sassuolo, Domenico Berardi gagal melaksanakan tugasnya sebagai eksekutor penalti.

Sassuolo vs AC Milan

Selepas pertandingan, Alessio Dionisi mengakui Sassuolo memiliki peluang-peluang terbaik dalam laga ini yang harusnya bisa dikonversikan menjadi gol, termasuk penalti. Namun, anak asuhnya itu gagal memaksimalkan kesempatan.

Meskipun begitu, Alessio Dionisi mengakui bahwa Rossoneri cukup menguasai jalannya pertandingan di babak kedua. Akan tetapi, ia cukup puas tim besutannya bisa menahan imbang AC Milan dan menyebut itu adalah hasil yang adil.

“Kami memiliki peluang terbaik dalam pertandingan, saya pikir hasilnya adil. AC Milan mendominasi permainan di babak kedua, mereka memiliki pemain dengan level lebih tinggi saat ini dan bisa memperkenalkan pemain baru,” ujar Alessio Dionisi, dilansir dari Football Italia, Rabu (31/8/2022).

“Kami memasukkan seorang debutan dan seorang pemain yang telah kembali dari cedera lutut yang serius. Saya sangat senang karena Marchizza akan menjadi pemain penting bagi klub ini. Saya bangga dengan penampilan ini,” lanjut Alessio Dionisi

“Kami bermain setara dengan AC Milan di babak pertama, mereka menyerang dengan banyak pemain dan kami harus berhati-hati dan seimbang,” tukasnya.

 Sassuolo vs AC Milan

Sementara itu, Alessio Dionisi mengungkapkan bahwa stamina anak-anak asuhnya terkuras di babak kedua. Sehingga, mereka cenderung bermain untuk bertahan.

“Kami kurang sedikit kualitas dan para pemain sedikit lelah di babak kedua, jadi kami mundur sedikit. Pertandingan berikutnya akan lebih sulit bagi kami. Musim lalu mengatakan bahwa kami lebih menderita melawan klub seperti Cremonese. Aneh memang, tapi begitulah adanya,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini