Share

Oknum Suporter Lakukan Tindakan Tak Terpuji saat Rayakan Gelar Juara, Manchester City Terancam Sanksi

Ilham Sigit Pratama, MNC Portal · Jum'at 19 Agustus 2022 10:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 19 45 2650505 oknum-suporter-lakukan-tindakan-tak-terpuji-saat-rayakan-gelar-juara-manchester-city-terancam-sanksi-L2qYBNe7Ds.jpg Manchester City saat merayakan gelar juara Liga Inggris 2021-2022. (Foto: REUTERS)

PERAYAAN gelar juara Liga Inggris 2021-2022 di markas Manchester City, Etihad Stadium, bisa berujung sanksi. Ini akibat ulah suporter yang menyerbu lapangan dan diduga melakukan kekerasan.

Manchester City menghadapi Aston Villa dalam laga pekan terakhir Liga Inggris 2021-2022. Pertandingan itu sangat menentukan gelar juara karena City hanya berbeda satu poin dengan Liverpool di papan klasemen.

Manchester City

Dalam laga tersebut, Manchester City sempat terancam gagal mempertahankan gelar Liga Inggris kala tertinggal 0-2 dari Villa.

Namun kemudian, anak asuh Pep Guardiola melancarkan aksi comeback dramatis. Brace Ilkay Gundogan dan sebiji gol Rodri mampu membalikkan skor menjadi 3-2.

Atas kemenangan dramatis itu, Manchester City berhak menjadi juara Liga Inggris 2021-2022. Namun, gelar juara tersebut dinodai oleh perbuatan tidak terpuji.

Para suporter Manchester City menyerbu lapangan dan melakukan tindak kekerasan. Pelatih Villa, Steven Gerrard saat itu mengatakan bahwa penjaga gawangnya, Robin Olsen, diserang oleh sejumlah oknum suporter The Citizens -julukan City-.

Manchester City

Klaim Gerrard kemudian ditindaklanjuti oleh FA. Federasi sepak bola Inggris itu kemudian memberi dakwaan kepada Manchester City karena gagal menertibkan para suporternya.

“Manchester City didakwa oleh FA karena gagal memastikan penontonnya berlaku tertib, setelah mengalahkan Aston Villa di laga terakhir Liga Inggris untuk memenangkan gelar,” tulis Sky Sports dalam beritanya, Jumat (19/8/2022).

Dengan begitu, Manchester City kini tengah harap-harap cemas lantaran terancam sanksi. Manchester Biru pun diberi waktu hingga Kamis 25 Agustus 2022 untuk menanggapi dakwaan tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini