Share

Ritual Berlutut di Liga Inggris Bisa Hilang Musim 2022-2023, Ini Penyebabnya

Cita Zenitha, Jurnalis · Jum'at 05 Agustus 2022 17:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 05 45 2642782 ritual-berlutut-di-liga-inggris-bisa-hilang-musim-2022-2023-ini-penyebabnya-LrYth9muUi.jpg Ritual berlutut di Liga Inggris bisa hilang pada musim 2022-2023. (Foto: Reuters)

RITUAL berlutut di Liga Inggris bisa hilang musim 2022-2023. Sebab, ada 20 klub Liga Inggris yang sepakat akan hal tersebut.

Para pemain yang mengikuti Liga Inggris sepakat untuk berhenti melakukan ritual berlutut sebelum pertandingan dimulai. Hal ini disimpulkan usai diberlangsungkannya pertemuan antara 20 kapten dari masing-masing klub untuk membahas permasalahan tersebut.

Ritual Berlutut di Liga Inggris

Para kapten yang hadir menyatakan setuju untuk meniadakan ritual berlutut selama-lamanya. Namun, ada juga sebagian kapten yang yang meminta penghapusan tersebut hanya sementara. Sebab, nantinya gerakan ini bisa dilakukan kembali sebelum kick-off.

BACA JUGA: Prediksi 6 Besar Klasemen Akhir Liga Inggris 2022-2023, Siapa Juaranya?

BACA JUGA: Jadwal Pekan Ke-1 Liga Inggris 2022-2022: Mulai Bergulir Malam Ini, Crystal Palace vs Arsenal Jadi Pembuka!

Ritual Berlutut di Liga Inggris Bisa Hilang Musim 2022-2023

Sejak musim lalu, sebenarnya beberapa klub sudah tidak melakukan ritual berlutut lagi. Klub yang tidak melakukan ritual berlutut pada Liga Inggris adalah AFC Bournemouth.

Bournemouth tercatat sudah menghentikan aksi tersebut sejak Februari. Hal yang mereka lakukan pun tampaknya ingin diikuti pemain dari sejumlah tim.

Sejumlah Pemain Liga Inggris Sudah Mengambil Sikap

Sebenarnya, tak hanya Bournemouth yang pernah menentang hal tersebut. Sejumlah pemain dari klub lainnya juga mengambil sikap tentang gerakan berlutut tersebut. Mereka mengatakan tidak ingin melakukan ritual berlutu sebelum laga di Liga Inggris.

Wilfred Zaha

Menariknya, para pemain yang menentang hal itu ternyata banyak yang berkulit hitam, misalnya seperti Wilfried Zaha dan Ivan Toney. Marcos Alonso, bek dari Chelsea juga menyatakan tidak mau melakukan hal tersebut. Sebab, menurutnya gerakan tersebut sudah tidak ada kekuatan lagi.

Padahal, ritual berlutut sebelum pertandingan digelar ini sendiri dicetuskan sejak Juni 2021. Para pemain melakukan aksi berlutut sebelum kickoff guna menunjukkan dukungan terhadap gerakan Black Lives Matter.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini