Share

3 Orang yang Pernah Beri Kritik Pedas ke Shin Tae-yong, Nomor 1 Berujung Pemecatan

Ramdani Bur, Jurnalis · Kamis 30 Juni 2022 15:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 30 51 2621163 3-orang-yang-pernah-beri-kritik-pedas-ke-shin-tae-yong-nomor-1-berujung-pemecatan-gLIlJ5t0vp.jpg Berikut 3 orang yang pernah beri kritik pedas ke Shin Tae-yong. (Foto: PSSI)

SEBANYAK 3 orang yang pernah beri kritik pedas ke Shin Tae-yong akan dibahas dalam artikel ini. Meski pelan-pelan sanggup menghadirkan prestasi bagi Timnas Indonesia, Shin Tae-yong tak pernah lepas dari kritikan.

Namun, Shin Tae-yong tak pernah pusing menggapi kritikan yang menerpanya. Ia menjadikan kritikan itu untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Dalam penelusuran Okezone, ada 3 orang ternama yang pernah memberi kritik pedas ke Shin Tae-yong. Siapa saja?

Berikut 3 orang yang pernah beri kritik pedas ke Shin Tae-yong:

3. Haruna Soemitro

Haruna Soemitro

Anggota Exco PSSI ini kesal dengan kata proses yang kerap didengungkan Shin Tae-yong. Haruna Soemitro mengatakan dalam sepakbola yang terpenting adalah hasil, bukanlah proses.

Haruna Soemitro berkata demikian setelah Timnas Indonesia finis runner-up di Piala AFF 2020. Menurutnya, Shin Tae-yong tidak istimewa karena sejumlah pelatih lain juga pernah membawa Timnas Indonesia finis runner-up di Piala AFF.

’Tidak penting itu sebuah proses. Yang paling penting adalah hasil. Apa pun latihannya kalau tidak juara, ya belum dikatakan juara. Indonesia sudah enam kali masuk final Piala AFF. Kalau sekarang tetap runner-up, ya bukan prestasi,’’ kritik Haruna soal hasil Timnas Indonesia di Piala AFF 2020.

Namun, kriitkan itu malah menjadi bumerang bagi Haruna. Sebab, pencinta sepakbola Indonesia kompak meminta PSSI untuk memberhentikan Haruna. Namun, hingga kini ia masih menjabat anggota Exco PSSI.

2. Paul Munster

Paul Munster

Mantan pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster, bingung dengan keputusan Shin Tae-yong yang memanggil dua gelandangnya saat itu, Evan Dimas dan Adam Alis ke Timnas Indonesia. Ia bingung kenapa Shin Tae-yong memanggil Evan Dimas dan Adam Alis sebagai persiapan melawan Taiwan di playoff Kualifikasi Piala Asia 2023. Padahal, dalam beberapa laga terakhir Bhayangkara FC saat itu, keduanya kerap duduk di bangku cadangan.

Shin Tae-yong pun memberi tanggapan. Ia menyebut memanggil Evan dan Adam karena sebelumnya sudah dipanggil saat Timnas Indonesia melakoni laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia di Dubai medio Juni 2021. Karena itu, secara karakter, keduanya sudah sangat dikenal Shin Tae-yong.

“Terima kasih atas pertanyaan Coach Paul Munster. Mungkin saja Coach Paul bisa berpikir mengapa Evan dan Adam yang dipilih sebagai pemain Tim Nasional. Pemain-pemain tersebut sudah pernah gabung saat pertandingan di Dubai, jadi saya ingin melihat langsung dan cek kondisi pemain,” kata Shin Tae-yong di akun Instagram-nya, @shintaeyong7777.

“Kami coaching staff sudah memantau para pemain semenjak Piala Menpora dan liga sampai weeks-3. Dengan adanya 2 event yang kami ikuti, yaitu playoff dan AFC U-23 maka kami memilih pemain untuk mempersiapkan kedua event tersebut termasuk mengikutsertakan pemain berusia U-23,” tegas Shin Tae-yong.

1. Milomir Seslija

Milomir Seslija

Milomir Seslija yang pada September 2021 menjabat sebagai pelatih PSM Makassar, kesal kepada Shin Tae-yong karena tal ada satu pun pemainnya yang dipanggil ke Timnas Indonesia. Selain itu, Milo –sapaan akrab Milomir – juga mengkritik program latihan Timnas Indonesia yang cenderung fokus ke peningkatan fisik.

Lantas, apa respons Shin Tae-yong? Ia menyebut memperkuat fisik merupakan hal utama dalam sepakbola.

“Kepada coach Milo (PSM Makasar) Terima kasih atas pendapatnya. Menurut saya sepakbola itu sangat dibutuhkan fisik dasar. Saya menilai para Pemain Indonesia pasti akan menjadi jauh lebih baik, jika para pemain dapat meningkatkan fisik,” kata Shin Tae-yong.

“Skil individu para pemain Indonesia sangat baik tetapi jika meningkatkan kemampuan fisik, pasti sepakbola Indonesia akan menjadi lebih kuat. Sekali terima kasih atas pendapat yang diberikan oleh coach Milo. Semoga tim atau klub coach Milo menjadi lebih baik dan kuat,” ujar pelatih 52 tahun itu.

Selang dua bulan setelah kritikan itu, Milo dipecat PSM Makassar. Penyebabnya bukan karena mengkritik Shin Tae-yong, melainkan karena tak mampu membawa skuad Juku Eja menang di pekan 11, 12 dan 13 Liga 1 2021-2022.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini