Share

5 Kisah Mualaf Pesepak Bola Top Dunia yang Mantap Jadikan Islam sebagai Jalan Hidup, Nomor 1 Pernah Main di Indonesia

Ramdani Bur, Jurnalis · Rabu 27 April 2022 13:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 27 51 2586012 5-kisah-mualaf-pesepak-bola-top-dunia-yang-mantap-jadikan-islam-sebagai-jalan-hidup-nomor-1-pernah-main-di-indonesia-ox9URCASN1.jpg Berikut 5 kisah mualaf pesepak bola top dunia yang mantap jadikan Islam sebagai jalan hidup. (Foto: Instagram/@franckribery7)

SEBANYAK 5 kisah mualaf pesepak bola top dunia yang mantap jadikan Islam sebagai jalan hidup akan dibahas dalam artikel ini. Sejumlah pesepak bola top dunia memilih menjadi mualaf ketika aktif sebagai pemain profesional.

Setelah memeluk agama Islam, ketenangan hidup pun mereka dapatkan. Lantas, siapa saja pesepak bola top dunia yang menjadi mualaf?

Berikut 5 kisah mualaf pesepak bola top dunia yang mantap jadikan Islam sebagai jalan hidup:

5. Franck Ribery

Franck Ribery

Franck Ribery merupakan salah satu pesepakbola terbaik yang dimiliki Prancis. Selain membawa Timnas Prancis finis runner-up Piala Dunia 2006, ia berjaya bersama Bayern Munich, termasuk mengantarkan Die Roten merebut treble winner pada 2012-2013.

Ia sendiri menjadi mualaf pada 2002. Ia memeluk agama Islam setelah menikahi perempuan idamannya yang berasal dari Aljazair, Wahiba.

“Agama adalah hal pribadi bagi saya. Saya orang yang percaya dan sejak pindah ke Islam saya lebih kuat, baik mental maupun fisik. Agama tidak mengubah jati diri dan persepsi saya terhadap dunia. Saya berdoa lima kali sehari, saya lakukan itu agar terbebas dan saya merasa lebih baik setelah itu," kata Franck Ribery.

4. Philippe Senderos

Phillipe Senderos

Bagi Anda fans AC Milan dan Arsenal, tentu tak asing dengan sosok Philippe Senderos. Bek berpaspor Swiss ini sempat menjadi andalan bersama dua klub tersebut.

Philippe Senderos sendiri menjadi mualaf di salah satu masjid yang ada di Kota Manchester pada 2012. Bek berkepala plontos itu menjadi mualaf setelah belajar teologi, atau ilmu yang mempelajari banyak agama di dunia.

3. Emmanuel Adebayor

Emmanuel Adebayor

Sama seperti Senderos, Emmanuel Adebayor juga pernah bermain untuk Arsenal. Bedanya, ia dibenci publik Arsenal karena sempat melakukan selebrasi di hadapan Arsenal ketika dirinya mencetak gol untuk Manchester City.

Adebayor resmi menjadi mualaf pada 2015 atau di usia 31 tahun. Saat itu, Adebayor memutuskan menjadi mualaf setelah ia mengalami masalah di dalam keluarganya.

Setelah memeluk agama Islam, Adebayor mengaku hidupnya menjadi tenang. Karena itu,tak heran, setelah memutuskan menjadi mualaf, Adebayor memilih melanjutkan karier di Liga Turki, yang mana mayoritas warganya beragama Islam. Sejak memeluk agama Islam, Adebayor tak pernah melewatkan solat lima waktu yang notabene kewajiban bagi seorang muslim.

2. Nicolas Anelka

Nicolas Anelka

Nicolas Anelka memilih menjadi mualaf pada 1995. Setahun berselang, ia resmi mentas di level profesional.

"Saya biasa ikut puasa saat Ramadan datang karena saya mengagumi mereka yang berpuasa. Apa yang membuat saya jadi mualaf adalah keyakinan kalau Islam cocok untuk saya,” kata Anelka.

“Saya merasakan hubungan dengan Tuhan dan itu mencerahkan hidup saya. Saya bangga menjadi muslim, agama penuh kedamaian dan saya belajar banyak dari Islam,” lanjut top skor Liga Inggris 2008-2009 tersebut.

1. Julien Faubert

Julien Faubert

Nama Julien Faubert tak asing dengan sepakbola Indonesia. Ia sempat membela Borneo FC pada Liga 1 2018. Jauh sebelum membela Borneo FC, gelandang berpaspor Prancis ini sempat enam bulan membela Real Madrid pada 2009.

Namun, bukan bersama dua klub di atas Julien Faubert memutuskan menjadi mualaf. Ia masuk agama Islam ketika memperkuat Bordeaux pada 2013-2015.

Saat memperkuat Bordeaux, Julien Faubert bergaul dengan banyak pesepak bola muslim. Setelah mendapatkan banyak ajaran Islam ketika memperkuat Bordeaux itulah, Julien Faubert memutuskan menjadi mualaf.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini