Share

UEFA Punya Ide Ubah Aturan Financial Fair Play, Seperti Apa?

Ilham Sigit Pratama, MNC Portal · Rabu 23 Maret 2022 10:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 23 51 2566274 uefa-punya-ide-ubah-aturan-financial-fair-play-seperti-apa-9IarfDlaqk.jpg Presiden UEFA, Aleksander Ceferin (Foto: Reuters)

FEDERASI Sepakbola Eropa (UEFA), berencana merevisi aturan Financial Fair Play (FFP), yang dijadikan pedoman utama kebijakan transfer para klub di Eropa. Nantinya ketentuan FFP itu akan dirubah menjadi Sustainability Financial Regulation (SFR).

Namun, rencana tersebut masih menuai perdebatan sampai saat ini. Sebab hal itu dinilai hanya menguntungkan klub Liga Inggris. Kenapa begitu?

Real Madrid vs PSG

Jadi begini, UEFA sampai saat ini terus berupaya memperketat aturan belanja klub Eropa agar ekonomi mereka lebih sehat. Beberapa tahun belakangan, Presiden UEFA, Aleksandar Ceferin mengupayakan agar klub Eropa dikenai aturan pembatasan nilai gaji pemain

Namun sayangnya, aturan tersebut tidak pernah terwujud. Ide Ceferin berbenturan dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan di beberapa negara Eropa.

Kini, UEFA memiliki ide lain, yaitu menubah FFP menjadi SFR. Lantas apa perbedaannya?

Menurut laporan New York Times, dilansir pada Rabu (23/3/2022) ketentuan SFR akan melarang klub Eropa mengeluarkan uang melebihi 70 persen pendapatan klub. Pendapatan sebanyak 70 persen itu sudah termasuk biaya transfer pemain dan gaji para pemain yang ada di dalam klub.

Sebelum ketentuan itu diberlakukan, UEFA akan lebih dulu melakukan uji coba, selama tiga tahun. Jika nantinya ide SFR jadi diberlakukan, klub kaya seperti Real Madrid dan Paris Saint Germain (PSG) tidak akan bisa bebas memboyong pemain dengan harga fantastis.

Di masa mendatang, tidak akan ada lagi pemain yang bisa pindah dengan mahar gila-gilaam. Salah satunya seperti yang terjadi ketika Neymar Jr diboyong PSG dari Barcelona dengan mahar 220 juta Euro (sekira Rp3,48 triliun).

Manchester City vs Manchester United

Kendati demikian, aturan tersebut masih menuai pro-kontra. Aturan tersebut dinilai tidak akan berpengaruh kepada klub-klub Inggris.

Sebab, klub kaya raya Inggris, seperti Manchester City, Manchester United maupun Newcastle United masih memiliki pemasukan dana hak siar, yang angkanya fantastis. Dengan kata lain, 70 persen masih terbilang besar, jika aturan baru merujuk pada pendapatan klub.

Hal itu dinilai tidak adil, mengingat klub Spanyol atau Italia, memiliki nilai hak siar lebih kecil ketimbang Inggris. Klub Spanyol dinilai menjadi pihak yang paling dirugikan, lantaran klub Spanyol harus bijak dalam mengelola batasan gaji pemain.

Namun, kebijakan ini belum mendapat keputusan pasti. Sampai saat ini, UEFA sendiri belum mengeluarkan pengumuman resmi terkait hal ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini