"Saya tenang dan menunggu kabar. Itu tidak tergantung pada saya. Itu tergantung pada klub, pemain, dan agen,” tambah Xavi.
Namun berdasarkan laporan terakhir pihak klub termasuk sang presiden Joan Laporta tampak sudah hilang kesabaran dengan Dembele. Mereka sempat mengultimatum pemain 24 tahun ini pada pilihan bertahan dengan seadanya atau pergi.

Kalau dalam negosiasi mereka tetap tak memiliki titik terang, bisa saja Dembele masuk dalam strategi Laporta yang menjanjikan mendatangkan pemain kelas atas. Artinya, Dembele bisa saja dijual untuk menutupi masalah keuangan yang ada.
Tentunya keinginan Laporta itu berbanding terbalik dengaan apa yang diharapkan Xavi. Tapi, Xavi nyatanya mengaku ikhlas karena sebagai pelatih, yang memutuskan masa depan anak buahnya adalah pemain itu sendiri dan pihak klub.
(Rivan Nasri Rachman)