KALLANG – Tim Nasional (Timnas) Indonesia kembali mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari Pemerintah Singapura di Piala AFF 2020. Terbaru ada empat penggawa skuad Garuda yang tiba-tiba saja dilarang tampil oleh Pemerintah Singapura ketika Timnas Indonesia akan segera menghadapi Thailand di leg kedua final Piala AFF 2020.
Hal tersebut semakin menambah perlakuan yang tak adil hingga merugikan Timnas Indonesia dari Singapura di Piala AFF 2020. Lantas apa saja kerugian yang sudah dilakukan Pemerintah Singapura terhadap pasukan Shin Tae-yong?
Berikut 3 Momen Timnas Indonesia Dirugikan di Piala AFF 2020 yang Dilangsungkan di Singapura:
3. Makanan Tak Bergizi

Sebelumnya pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong pernah protes keras dengan makanan yang disiapkan panitia Piala AFF 2020, dalam hal ini Pemerintah Singapura, yang memberikan nasi kotak saja jelang leg I final Piala AFF 2020.
Tae-yong marah karena isi nasi kotak yang diberikan itu tidaklah bergizi. Makanan bernutrisi yang seharusnya dikonsumsi Egy Maulana Vikri dan kawan-kawan tak terpenuhi di dalam nasi kotak tersebut.
“Harusnya kami mengonsumsi makanan yang bergizi, tetapi kami justru makan nasi kotak, itu berpengaruh kepada nutrisi pemain, itu sangat berat,” kata Shin Tae-yong di konferensi pers sebelum leg pertama Final Piala AFF 2020.
Seperti yang diketahui, Pada Piala AFF 2020, para pemain dan ofisial tim tidak diperkenankan makan secara prasmanan. Semua makanan disajikan dalam kemasan kotak dan dijatah tiap satu orang.
Hal ini dinilai efektif untuk menekan penyebaran Covid-19 varian Omicron yang kini tengah menjadi sorotan. Akan tetapi, jatah nasi kotak yang terlalu sedikit berbuntut pada gelombang protes yang dilancarkan sejumlah tim peserta termasuk Indonesia.