TIM Nasional (Timnas) Indonesia setidaknya sudah dua kali dirugikan selama dua minggu berada di Singapura untuk tampil di Piala AFF 2020. Pertama, asisten pelatih Timnas Indonesia, Dzenan Radoncic, mengeluh soal makanan yang didapat tim peserta Piala AFF 2020.
Di akun Instagram-nya, @dzenoalis, mengaku hanya mendapatkan nasi kotak. Padahal, Ezra Walian dan kawan-kawan membutuhkan nutrisi yang tepat demi mendapatkan hasil maksimal di Piala AFF 2020.

(Dejan memprotes menu makanan yang mereka terima di Piala AFF 2020)
“Begitulah cara mereka (panitia) memperlakukan orang-orang yang berada dalam sistem “bubble” di Singapura! Tak manusiawi! Semoga sukses di AFF Suzuki Cup,” tulis Dzenan Radoncic di akun Instagram-nya, @dzenoalis.
Kerugian kedua adalah penentuan posisi di klasemen Piala AFF 2020. Penyelenggara turnamen agak aneh saat menentukan posisi tim di klasemen.
Saat ini, Timnas Indonesia paling dominan ketimbang tim-tim lain di Grup B Piala AFF 2020. Setelah menang 4-2 atas Kamboja dan 5-1 kontra Laos, Timnas Indonesia mengoleksi enam angka dan mempunyai selisih gol +6.
Benar, koleksi poin Timnas Indonesia sama persis dengan Vietnam dan Malaysia. Namun, skuad Garuda –julukan Timnas Indonesia– unggul dalam selisih gol, yakni +6, sedangkan Vietnam (+5) dan Malaysia (+3).
Biasanya di ajang lain, ketika dua tim atau lebih belum saling bertemu, head-to-head belum diaktifkan. Berhubung Timnas Indonesia belum bersua Vietnam dan Malaysia, jika mengikuti aturan di ajang lain, Timnas Indonesia berhak menempati posisi puncak Grup B Piala AFF 2020.