Share

Dana Hak Siar Liga 1 2021-2022 Digelapkan Oknum PT LIB, Sekjen Red Gank: Merugikan Pecinta Sepakbola

M. Srahlin Rifaid, Jurnalis · Sabtu 11 Desember 2021 12:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 11 49 2515393 dana-hak-siar-liga-1-2021-2022-digelapkan-oknum-pt-lib-sekjen-red-gank-merugikan-pecinta-sepakbola-b9o1HZLHJA.jpg PSM Makassar vs Persija di Liga 1 2021-2022. (Foto/Liga 1)

MAKASSAR - Dana hak siar Liga 1 2021-2022 diduga digelapkan oleh salah seorang oknum yang bekerja di PT Liga Indonesia Baru (LIB). Menyikapi polemik tersebut, Sekjen Red Gank (suporter PSM Makassar) merasa para pencinta sepakbola telah dirugikan.

"Muaranya akan merugikan klub kami terkhusus di PSM Makassar," katanya saat menghadiri diskusi Polemik Trijaya dengan tema Kisruh Penggelapan Dana Hak Siar Liga 1, Sabtu (11/12/2021).

Foto/Liga 1

Selain itu, Sadat menjelaskan tindakan oknum tersebut dapat merugikan para suporter, pecinta sepakbola hingga pemirsa sepakbola.

Baca juga: Soal Terima Dana Hak Siar Liga, PT LIB: Masih Masa Mediasi Jadi Kita Tunggu Saja

"Dari kacamata saya ini sangat merugikan kami pecinta sepakbola Indonesia, pemirsa sepakbola, merugikan suporter," tambahnya.

Baca juga: Uang Hak Siar Liga Indonesia Diduga Digelapkan PT LIB, Pengamat: Klub & Suporter Jangan Diam Saja, Ini Perampokan!

Ia meminta kepada meminta ketegasan dari PT Liga Indonesia Baru dan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) agar bisa bekerjasama dengan pihak kepolisian dalam menyelesaikan masalah ini, apalagi PSSI merupakan pemilik saham kolektif.

"Mungkin perlu tegas di PSSI dan Badan Liga untuk menyelesaikan dan disampaikan kepada semua pecinta sepakbola. Saya baca di beberapa media ada oknum yang bermain di Liga, dan ini harus dituntaskan," terangnya.

Dengan adanya kejadian ini, Sadat mengaku terkejut karena karena ada penggelapan dana hak siar yang merupakan hak klub. "Saya sangat terkejut. Ini sangat merugikan, karena teman-teman suporter PSM harus nonton berbayar dan ini menjadi kerugian bagi kami di PSM Makassar," tutupnya.

Sebelumnya, terjadi polemik antara PT MNC Vision Network dengan PT LIB terkait kontrak hak siar Liga Indonesia. Dalam kontrak tertuliskan MNC harus membayar sebesar Rp20 miliar.

Foto/PT LIB

Namun, belakangan diketahui nilainya bertambah senilai Rp39 miliar dan MNC mengkonfirmasi sudah membayarnya. Tapi berdasarkan keterangan kuasa hukum PT LIB, Harry Ponto mengatakan bahwa pihaknya hanya menerima uang Rp14 Miliar.

Artinya ada selisih sebesar Rp25 Miliar yang tidak diketahui keberadaannya. Kuasa Hukum PT MNC Vision Network Hotman Paris Hutapea kini sedang mengusut kasus ini sampai tuntas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini