Share

Polemik Dana Hak Siar PT LIB, Manajer Persebaya Surabaya Sebut Sistem Alami Perubahan

Fitradian Dimas Kurniawan, Jurnalis · Sabtu 11 Desember 2021 11:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 11 49 2515384 polemik-dana-hak-siar-pt-lib-manajer-persebaya-surabaya-sebut-sistem-alami-perubahan-Lbdrg4H99G.jpg PT LIB diduga telah menggelapkan dana hak siar Liga Indonesia dari MNC Vision Network. (Foto/PT LIB)

JAKARTA PT Liga Indonesia Baru (LIB) diduga telah menerima dana hak siar Liga Indonesia dari PT MNC Vision Network. Menurut Manajer Persebaya Surabaya, Chandra Wahyudi, sistem sharing saat ini mengalami perubahan.

Chandra Wahyudi beranggapan sistem sharing yang sekarang mengalami penurunan. Dia menilai pihak klub juga terkena dampak kerugian terkait polemik tersebut.

Foto/Liga 1

Pasalnya, 18 klub Liga 1 merupakan pemegang saham di PT LIB. Artinya segala persoalan yang menyangkut perusahaan harus diketahui dan diselesaikan bersama. 

Baca juga: Soal Terima Dana Hak Siar Liga, PT LIB: Masih Masa Mediasi Jadi Kita Tunggu Saja

Sayang, petinggi LIB sejauh ini menutup diri untuk menginformasikan kasus tersebut padahal pernah ditanyakan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 29 November 2021.

Baca juga: Gempar! Uang Hak Siar Liga Indonesia Diduga Digelapkan, Pencinta Bola Tanah Air Jadi Korban!

Chandra menilai sistem yang diberlakukan PT. LIB yang sekarang berbeda, jika dibandingkan dahulu. Dia merasa sistem pembagian pada beberapa tahun lalu jauh lebih baik.

“Sebenarnya Persebaya baru masuk ekosistem Liga 1 di tahun ketiga. Kami 2017 dari Liga 2, baru pada 2018 masuk ke Liga 1, yang secara otomatis masuk sebagai salah satu pemegang saham PT. LIB,” kata Chandra dalam Polemik Trijaya dengan tema Kisruh Penggelapan Dana Hak Siar Liga 1, Sabtu (11/12/2021).

“Ada beberapa hal yang menjadi catatan kami terkait hak siar ini. Karena pada 2017 katika kami di Liga 2, sistem sharing hak siar menurut kami lebih bagus. karena waktu itu menerapkan sistem rating dan sharing,” ujarnya.

Foto/Twitter

“Ketika RUPS 29 November, memang laporan tahunan. Dari agenda, tidak ada yang istimewa. Waktu itu ada yang menanyakan terkait kasus ini. Karena kasus ini sudah lama terdengar,” tutur Chandra.

“Memang jawabannya masih dalam proses dan masih akan dilihat lagi. Bagi kami, ini membutuhkan ketegasan dari direksi. Karena impact-nya ke klub juga. Kami ingin segera LIB terbuka,” ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini