Share

Suporter PSM Makassar Minta PSSI dan Polisi Usut Tuntas Kasus Dugaan Penggelapan Dana Rp25 Miliar yang Dilakukan Oknum di PT LIB

M. Srahlin Rifaid, Jurnalis · Kamis 09 Desember 2021 18:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 09 49 2514611 supoter-psm-makassar-minta-pssi-dan-polisi-usut-tuntas-kasus-dugaan-penggelapan-dana-rp25-miliar-yang-dilakukan-oknum-di-pt-lib-P7LwTcf8pM.jpg PT Liga Indonesia Baru. (Foto: PT LIB)

MAKASSAR – Sepakbola Indonesia tengah dihebohkan dengan kasus adanya dugaan penggelapan dana sebesar Rp25 miliar yang dilakukan oleh oknum di PT Liga Indonesia Baru (LIB). Tak terima uang milik 18 klub di Liga 1 2021-2022 diambil, supoter PSM Makassar, yakni Red Gank Makassar pun meminta PSSI dan pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

Diduga pelaku yang melakukan hal tersebut adalah Rudy Kangdra, yang menjabat sebagai Direktur Bisnis.

Kejadian tersebut tiba-tiba menjadi pembahasan hangat para pecinta sepakbola Tanah Air.

Namun sejauh ini, pihak klub atau pemilik saham 99 persen belum bersuara atas dugaan penggelapan uang milik mereka.

Baca Juga: Masalah Dugaan Penggelapan Dana Hak Siar Liga Indonesia, Persebaya: PT LIB Harus Jujur!

Logo PT LIB

Suporter PSM Makassar menyayangkan adanya kejadian tersebut di tubuh PT LIB. Apalagi dana tersebut sebagai pengembangan sepakbola Tanah Air.

Pendukung PSM itu menilai klub akan mengalami kerugian besar atas kejadian itu, karena klub memiliki hak atas uang yang ada di PT LIB.

Sekjen Red Gank Makassar, Sadakati Sukma secara tegas meminta kepada PSSI dan bekerja sama dengan kepolisian untuk mengusut tuntas oknum seperti itu.

Sadakati Sukma menilai, dugaan tersebut bisa merusak terhadap pengembangan sepakbola, karena anggaran itu untuk klub Liga 1 Indonesia, termasuk di dalamnya adalah PSM Makassar.

"Harus oknum tersebut diusut tuntas karena ini bisa merugikan klub Liga 1. Dan saya rasa PSSI harus bekerja sama dengan pihak berwajib untuk mengusut tuntas kasus itu," kata Sekjen Red Gank Makassar kepada MNC Portal Indonesia, Kamis (09/12/2021).

Menarik tentunya melihat bagaimana kasus penggelapan dana itu berkembang. Sampai saat ini belum ada kabar baru mengenai masalah tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini