Share

Masalah Dugaan Penggelapan Dana Hak Siar Liga Indonesia, Persebaya: PT LIB Harus Jujur!

MNC Portal, Jurnalis · Kamis 09 Desember 2021 16:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 09 49 2514543 masalah-dugaan-penggelapan-dana-hak-siar-liga-indonesia-persebaya-pt-lib-harus-jujur-JTHcb7vNn3.jpg Persebaya Surabaya saat menang 3-0 atas Persib Bandung. (Foto: Persebaya.id)

JAKARTA – Polemik penggelapan dana hak siar Liga Indonesia antara PT Liga Indonesia Baru (LIB) dengan PT MNC Vision Network Tbk. semakin menarik perhatian banyak pihak. Kini sorotan datang dari pihak klub, salah satunya Persebaya Surabaya.

Dalam wawancara oleh MNC Portal Indonesia, Manajer Persebaya, Chandra Wahyudi mengungkapkan sedikit banyak klub juga dirugikan atas kasus ini. Oleh sebab itu, ia mewakili klub meminta PT LIB agar terbuka dan jujur.

PT LIB

(PT LIB diminta jujur menyikapi masalah dugaan penggelapan dana hak siar Liga Indonesia)

Menurut Chandra, kerugian itu nyata mengingat posisi 18 klub Liga 1 merupakan pemegang saham di PT LIB. Artinya segala persoalan yang menyangkut perusahaan harus diketahui dan diselesaikan bersama.

Sayangnya, petinggi LIB sejauh ini menutup diri untuk menginformasikan kasus tersebut padahal pernah ditanyakan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 29 November 2021 kemarin. Menurut Chandra, ini dapat mencoreng lebih parah lagi wajah sepak bola Indonesia.

“Di PT Liga Indonesia Baru sebagai operator kompetisi, 18 klub liga 1 ini adalah pemegang saham di sana. Tentu kami berharap pengelolaan liga ini profesional dan jujur lah,” ucap Chandra melalui sambungan telfon, Kamis (8/12/2021).

BACA JUGA: Soal Dugaan Penggelapan Hak Siar Liga Indonesia, Bobotoh: Harus Diusut Sampai Tuntas!

“Makanya ketika kemarin ada kabar terkait sengketa hak siar, kami di klub-klub pasti sangat menyayangkan. Apalagi selama ini memang komunikasi dari LIB maupun PSSI terkait hal ini bisa dinyatakan tidak ada,” lanjutnya.

“Di Forum RUPS LIB tgl 29 november kemarin, kami sempat mempertanyakan soal isu ini tapi direksi LIB hanya menjawab normatif bahwa ini sedang dalam proses untuk penyelesaian kasus ini. Bagi kami sebenarnya yang penting keterbukaan saja,” harapnya.

“Tapi bagi kami kan hal-hal kaya gini jadi mengganggu. Kompetisi saja lagi berjalan dan kurang maksimal, kemudian diitambah dengan kasus-kasus yang pasti akan lebih mencoret wajah sepakbola kita,” tutupnya.

Sebagaimana diketahui, kasus ini berbicara terkait raibnya dana hak siar eksklusif hasil persetujuan kontrak antara PT LIB dengan PT MNC Vision Tbk. Di mana terdapat perbedaan antara jumlah uang yang sudah dibayar PT MNC dengan yang diterima LIB.

PT MNC dengan bukti kuat sudah membayarkan sejumlah Rp39 miliar, namun PT LIB mengaku baru menerima Rp14 miliar. Artinya sebanyak Rp25 miliar tidak jelas menyasar kemana.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini