Profil Ralf Rangnick: Pelatih Sarat Pengalaman yang Dianggap Mampu Selamatkan Manchester United

Ilham Sigit Pratama, Jurnalis · Minggu 14 November 2021 19:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 14 45 2501643 profil-ralf-rangnick-pelatih-sarat-pengalaman-yang-dianggap-mampu-selamatkan-manchester-united-5mRH6Obx8K.jpg Ralf Rangnick ramai dikaitkan dengan Manchester United. (Foto: Bundesliga.de)

NAMA Ralf Rangnick ramai dikaitkan dengan Manchester United belakangan ini, menyusul memblenya penampilan tim bersama Ole Gunnar Solskjaer. Sosok Ralf Rangnick sendiri dipandang tepat untuk menjadi suksesor Solskjaer karena dirinya yang sarat pengalaman sehingga bisa menjadi juru selamat bagi Man United.

Sebagaimana diketahui, Ralf Rangnick pernah menangani sejumlah klub elite Eropa, seperti Schalke dan RB Leipzig. Rangnick sendiri kini masih menjabat sebagai Kepala Pengembangan Olahraga klub Rusia, Lokomotiv Moskow.

Ralf Rangnick

Sebagaimana dilansir Mirror, Minggu (14/11/2021), CEO Man United, Edward Woodward, bahkan sudah menjalin pertemuan tidak resmi dengan Rangnick. Woodward pun terkesan dengan segudang pengalaman Rangnick yang sudah malang melintang di dunia sepakbola.

Tak hanya Man United, Chelsea juga dikabarkan sempat mempertimbangkan Rangnick sebagai pengganti Frank Lampard di kursi kepelatihan, sebelum menunjuk Thomas Tuchel. Lalu, siapa sebenarnya sosok yang dijuluki The Professor ini?

BACA JUGA: Cristiano Ronaldo Pimpin Pemberontakan terhadap Solskjaer, Ralf Rangnick Selangkah Lagi Jadi Pelatih Man United?

Rangnick adalah sosok di balik keperkasaan Schalke pada musim 2010-2011. Pada musim itu, Rangnick menyulap Schalke menjadi tim yang diperhitungkan di Eropa.

Schalke asuhan Rangnick mengalahkan Inter Milan di perempatfinal Liga Champions, padahal tim berjuluk Nerrazurri saat itu sedang sangar-sangarnya. Inter yang dihuni sederet bintang seperti Javier Zanetti, Wesley Sneijder, dan Samuel Etoo takluk dengan agregat telak 3-7 oleh Schalke racikan Rangnick.

BACA JUGA: 3 Alasan Ralf Rangnick Cocok di Manchester United, Nomor 1 Paling Krusial

Schalke pada musim itu berbicara sampai semifinal Liga Champions, dengan Joel Matip muda, Benedict Howedes, Kyriakos Papadopoulos, dan Raul Gonzales yang sudah uzur. Mereka takluk oleh Man United asuhan Sir Alex Ferguson di semifinal.

Selain itu, Rangnick merupakan jenius di balik layar yang menyulap Leipzig dari yang semula tim kemarin sore, hingga menjadi langganan peserta Liga Champions. Melalui jabatannya sebagai Direktur Olahraga sembari sesekali turun ke kursi kepelatihan, Rangnick membawa Leipzig promosi dari Regionalliga Nordost (divisi keempat Liga Jerman) hingga Liga Jerman hanya dalam waktu empat musim!

Selain piawai menyulap klub sepakbola, Rangnick juga pandai mencium bakat-bakat muda. Timo Werner, Marcel Sabitzer, Emile Forsberg, hingga Naby Keita adalah buah manis dari kejeniusan Rangnick dalam mengasah talenta mentah.

Ilmu yang didapat Rangnick tidak ditemukan dalam waktu semalam. Rangnick memulai karier kepelatihannya dari umur yang sangat belia. Pada 1983, Rangnick yang masih berumur 25 tahun menjadi pemain sekaligus pelatih klub amatir Jerman, Viktoria Backnang.

Ralf Rangnick

Selama bertahun-tahun, Rangnick terus mengasah ilmu kepelatihannya. Rangnick menjadi ilmuwan sepakbola yang menginspirasi lahirnya counter pressing ala pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, dan permainan reaktif ala Antonio Conte.

Permainan Klopp yang mengandalkan pressing tinggi di daerah lawan merupakan hasil adaptasi dari pemikiran Rangnick kala menangani Leipzig. Kala masih di Red Bull Arena, Rangnick kerap menugaskan Forsberg, Werner, dan Poulsen untuk maju menekan ke daerah lawan ketika timnya sedang tidak memegang bola.

Selain itu, Rangnick adalah bapak yang memopulerkan antitesis dari permainan yang mengandalkan penguasaan bola ala tiki taka Josep Guardiola. Rangnick lebih menyukai permainan reaktif dari pada penguasaan bola dominan.

Permainan sepakbola Rangnick lebih mengandalkan umpan-umpan panjang dengan menempatkan penyerang-penyerang jangkung di area lawan, Werner dan Poulsen sukses memaksimalkan skema ini.

Maka dari itu, dengan Antonio Conte yang sudah disikat duluan oleh Tottenham Hotspur, tak heran jika banyak media besar Eropa sepakat bahwa Rangnick merupakan pengganti ideal untuk menyalamatkan Man United. Kejeniusan Rangnick diharapkan bisa menyulap Man United menjadi tim yang kembali ditakuti di Eropa, seperti yang telah dirinya lakukan pada Schalke dan Leipzig.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini