Profil Klub Liga 1 2021-2022: Arema FC Coba Bangkit dengan Eduardo Almeida

Avirista Midaada, Jurnalis · Selasa 10 Agustus 2021 22:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 10 49 2453898 profil-klub-liga-1-2021-2022-arema-fc-coba-bangkit-dengan-eduardo-almeida-IuQppYaim5.jpg Eduardo Almeida latih Arema FC (Foto: Arema FC)

MALANG - Arema FC memulai kompetisi Liga 1 2021-2022 dengan melakukan bongkar pasang pemain dan pelatih. Beruntung beberapa pemain kunci Arema FC di kompetisi Liga 1 sebelumnya, seperti Dedik Setiawan, Dendi Santoso, Feby Eka, Kushedya Hari Yudo, Hanif Sjahbandi, hingga Bagas Adi Nugraha, bisa dipertahankan.

Sebelumnya, Arema FC sempat beberapa kali ganti nahkoda, mulai Mario Gomez, kemudian Kuncoro, dilanjutkan dengan Carlos Oliviera, kembali ke Kuncoro, pernah ditunjuk sebagai pelatih. Terakhir, Arema FC resmi merekrut Eduardo Almeida pada Mei 2021 lalu untuk menukangi Johan Alfarizi cs pada 2021-2022.

Pelatih Arema FC Eduardo Almeida (Foto: Arema FC)

Bayangan statistik kurang memuaskan dua musim sebelumnya, yaitu pada 2019-2020 dan 2020, menjadi pelajaran berharga bagi tim kebanggaan masyarakat Malang ini. Pada musim 2019-2020, Arema FC hanya nangkring di posisi 9 klasemen akhir.

Catatan statistiknya pun kurang mentereng dengan 13 kemenangan, 7 hasil imbang, dan menelan 14 kekalahan. Meski begitu, ada sisi positif, yakni Arema FC menjadi tim ketiga yang meraih poin tertinggi di kandang sendiri. Dari 17 laga kandang, Arema FC kala itu meraih 40 poin.

PIada musim 2020, kendati hanya berjalan tiga laga, catatan Arema FC juga ironis karena hanya meraih satu kemenangan dan dua kali kalah. Alhasil, Arema FC mengakhiri kompetisi yang terhenti imbas pandemi COVID-19 di posisi 12.

Beruntung pada musim ini, Arema FC tampaknya merekrut pelatih yang tepat, yaitu Eduardo Almeida. Dia terkenal sebagai pelatih yang teliti dengan statistik dan mengikuti catatan statistik masing-masing pemain. Hal ini dibuktikan saat merekrut tiga pemain baru untuk Arema FC.

Adilson Maringa di posisi penjaga gawang diharapkan mampu menambal inkositensi beberapa penjaga gawang Arema FC pada musim musim sebelumnya. Sementara itu, di lini serang, pemain anyar Carlos Fortes diplot sebagai tumpuan lini depan sepeninggal bomber Sylvano Comvalius yang pernah menelurkan catatan menawan bersama Arema FC.

Transfer Pemain

Diego Michiels (Foto: @diegomichiels24)

Menyambut musim 2021, Arema FC mendatangkan tiga pemain asing dan tiga pemain lokal, satu di antaranya pemain naturalisasi. Tiga pemain lokal itu adalah Ikhfanul Alam dari Badak Lampung, Didik Arianto dari PSCS Cilacap, dan satu pemain naturalisasi Diego Michiels. Kehadiran tiga pemain lokal ini diharapkan mampu menutup kepergian Alfin Tuasalamony, Nurdiansyah, hingga Hamka Hamzah di lini belakang.

Sementara itu, tiga pemain asing yang didatangkan, yakni Adilson Maringa berkebangsaan Brazil di posisi penjaga gawang, Renshi Yamaguchi dari Jepang di gelandang tengah, dan Carlos Fortes berkebangsaan Portugal di lini depan. Secara nilai pasaran, tiga pemain ini didatangkan tak kurang dari Rp6 miliar.

Kehadiran tiga pemain asing diharapkan mampu melengkapi puzzle para pemain lokal. Mengingat dalam dua tahun terakhir Arema FC juga memiliki tren kurang bagus dengan para pemain asing. Ya, sebelumnya nama-nama seperti Elias Alderete, Matias Malvino, Caio Ruan, hingga Bruno Smith, kurang bersinar.

Arema FC sendiri masih menunggu satu pemain asing lagi yang diduga kuat berposisi sebagai bek tengah untuk melengkapi kuota empat pemain asing.

Pemain Kunci

Dedik Setiawan (Foto: Twitter/@AremafcOfficial)

Dedik Setiawan masih menjadi pemain paling penting bagi Arema FC pada musim ini. Kecepatannya bakal menjadi andalan Singo Edan menggedor lini pertahanan lawan.

Selain Dedik, Kushedya Yudo, Dendi Santoso, Muhammad Rafli, Feby Eka, juga memiliki kecepatan yang bisa mengobrak-abrik lini belakang lawan.

Sementara itu, kehadiran Renshi Yamaguchi diharapkan mampu memplot kehilangan gelandang tengah Hendro Siswanto yang pindah ke Borneo FC. Nama Renshi Yamaguchi memang menjadi salah satu rekomendasi dari Eduardo Almeida, bersama Adilson Maringa dan Carlos Fortes.

Dilihat dari catatan statistiknya, Renshi kemungkinan besar bakal menjadi penghubung lini belakang dan depan Arema FC. Pemain dengan harga pasaran Rp2,61 miliar ini biasa menempati posisi gelandang tengah, gelandang serang, dan bek tengah.

Namun, statistik pemain berusia 28 tahun ini terlihat kurang meyakinkan selama memperkuat empat tim sebelumnya. Renshi Yamaguchi hanya mencatat 3.115 menit atau main dalam 36 pertandingan dan belum mampu mencetak gol atau menciptakan assist sekalipun.

Pemain baru lain, yang bakal menjadi perhatian, tentu Diego Michiels. Pemain identik bengal dan kontroversi ini resmi bergabung setelah kontraknya tak diperpanjang Borneo FC. Sebenarnya, Diego Michiels menjadi pemain yang multifungsi karena bisa bermain di tiga posisi di lini belakang.

Meski begitu, menilik statistik pemain selama 6 musim memperkuat Borneo FC, sebenarnya catatan Diego Michiels cukup bagus. Selama 5.869 menit bermain dari 72 laga, dia mencatatkan satu gol dan dua assist.

Peran Pelatih

Pelatih Arema FC Eduardo Almeida (Foto: Arema FC)

Sosok Eduardo Almeida tak asing di kancah persepakbolaan Indonesia. Sebelum meracik Arema FC, dia pernah menangani Semen Padang pada musim 2019. Selama di Semen Padang, pelatih berkebangsaan Portugal ini melakoni 16 pertandingan yang membuahkan 5 kemenangan, 5 hasil imbang, dan 6 kekalahan.

Sayang, Eduardo Almeida gagal membawa Semen Padang bertahan di Liga 1 dan terpaksa terdegradasi ke Liga 2. Meski begitu, bukan berarti kualitas pelatih berusia 43 tahun ini buruk larema dengan skuad pas-pasan saat itu Eduardo bisa meraih 20 poin di paruh musim kedua.

Selain itu, Eduardo Almeida juga pelatih yang teliti akan statistik sehingga ia kerap kali menganalisis timnya dari sisi statistik maupun video pertandingan. Tangan dingin Eduardo Almeida diharapkan mampu membawa Arema FC juara Liga 1 musim 2021.

Prediksi Perjalanan Tim

Carlos Fortes (Foto: Arema FC)

Banyak dihuni pemain baru, terutama dari komposisi pemain asing di beberapa lini, membuat Singo Edan perlu waktu untuk nyetel. Apalagi, selama masa PPKM darurat dan PPKM level 4, Arema FC tak bisa berlatih karena penutupan lapangan-lapangan yang biasanya digunakan berlatih.

Jangan heran ketika awal musim, mungkin para pemain ini masih kurang kompak satu sama lain. Meski begitu, menilik suasana kekeluargaan yang tinggi di Singo Edan, pemain bisa segera kompak dalam waktu singkat.

Bila konsistensi permainan terjaga, Arema FC minimal bisa menghuni papan atas atau 6 besar. Asa Arema FC untuk juara di Liga 1 musim ini cukup besar.

Apalagi, dari sisi pemain lokal, Arema FC memiliki beberapa pemain muda berkualitas, seperti Jayus Hariono, Feby Eka, Muhammad Rafli, Hanif Sjahbandi, hingga beberapa jebolan pemain muda akademi.

Susunan Pemain

Arema FC (4-3-3): Adilson Maringa; Bagas Adi, Ikhfanul Alam, Diego Michiels, Johan Alfarizi; Renshi Yamaguchi, Hanif Sjahbandi, Jayus Hariono; Dedik Setiawan, Kushedya Yudo, Carlos Fortes

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini