5 Pelatih Gemar Belanja Pemain, Nomor 1 Habiskan Rp19,9 Triliun

Tino Satrio, Jurnalis · Kamis 05 Agustus 2021 10:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 05 261 2451219 5-pelatih-gemar-belanja-pemain-nomor-1-habiskan-rp19-9-triliun-PqQQrcXEhb.jpg Pep Guardiola belum bisa mempersembahkan Manchester City trofi Liga Champions meski boros beli pemain. (Foto/Reuters)

SOSOK pelatih menjadi bagian penting dalam sepakbola karena racikan strateginya dan mampu membawa timnya meraih kemenangan. Para juru taktik ini juga merupakan pemeran kunci dalam setiap tim yang meraih trofi.

Namun, para pelatih juga membutuhkan pemain yang cocok dengan gaya bermainnya agar skuadnya mampu bermain secara gemilang. Beberap pelatih bahkan sering mendatangkan pemain yang kerap membuat manajemen mengucurkan dana besar demi memennuhi hasrat sang pelatih.

Berikut ini lima pelatih paling boros yang paling sering belanja pemain menyadur Sportskeeda, Kamis (5/8/2021):

5. Diego Simeone

Pelatih asa Argentina ini membawa Atletico Madrid menghentikan dominansi Barcelona dan Real Madrid di Liga Spanyol. Dia terkenal akan strategi bertahannya yang tangguh dan serangan baliknya yang mengerikan.

Baca juga: 5 Pemain Bintang yang Pernah Bela Real Madrid dan Manchester United, Nomor 4 Melempem saat Main di Setan Merah

Foto/Reuters

Dalam dekade terakhir, pelatih berusia 51 tahun tersebut telah menggelontorkan dana sebesar 879,9 juta poundsterling (Rp17.5 triliun) dalam berbelanja pemain. Pembelian termahalnya yaitu kala memboyong Joao Felix dari Benfica sebesar 113 juta poundsterling (Rp2,2 triliun). Namun, dana besar ini terbayarkan karena Atletico mampu berprestasi di kancah domestik dan Eropa.

Baca juga: 5 Kandidat Peraih Trofi Ballon dOr 2021 hingga Agustus, Nomor 1 Dijagokan Fabrizio Romano

4. Massimiliano Allegri

Massimiliano Allegri dikenal sebagai sosok yang cerdik dalam mendapatkan pemain. Pelatih Juventus ini sering kali mendapatkan pemain dengan kemampuan apik secara gratis.

Foto/UEFA

Kendati sering dapat gratisan, pelatih asal Italia itu juga sudah menghabiskan uang yang nominalnya cukup fantastis. Allegri telah mendatangkan 76 pemain selama menukangi AC Milan dan Juventus. Ia pun menghabiskan dana sebesar 875 juta poundsterling (Rp17,4 triliun).

Pinangan termahalnya yaitu kala membawa Cristiano Ronaldo ke Turin dari Real Madrid seharga 105 juta poundsterling (Rp2 triliun). Pengeluaran fantastis itu dibayar dengan 13 trofi yang sudah didapat selama ia berkarier.

3. Jose Mourinho

Sudah bukan rahasia lagi bahwa Jose Mourinho cukup dikenal sebagai pelatih yang boros. Setiap klub yang disinggahinya pasalnya kerap melakukan aktivitas belanja pemain secara jorjoran.

 Foto/Reuters

Selama dekade terakhir, pelatih asal Portugal tersebut sudah menghabiskan 959 juta poundsterling (Rp19 triliun), dengan mendatangkan 56 pemain. Sayangnya, Mourinho justru kerap kali gagal membuat pemain yang dibelinya itu bermain pada level terbaiknya.

2. Antonio Conte

Pelatih asal Italia ini telah dianggap sukses sebagai salah satu pelatih terbaik di dunia sepakbola. Pelatih asal Italia itu pasalnya selalu mempersembahkan trofi bagi klub yang ditanganinya selama 10 tahun belakangan ini.

Foto/Reuters

Dalam kariernya, pelatih berusia 52 tahun itu telah menghabiskan 842 juta poundsterling (Rp16,7 triliun) di tiga klub yang berbeda, yaitu Juventus, Chelsea, dan Inter Milan untuk belanja pemain. Kendati menghamburkan untuk 73 pemain, ia telah memenangkan delapan gelar sebagai timbal baliknya.

1. Josep Guardiola

Berbicara soal pelatih yang gemar belanja pemain, nama Josep Guardiola adalah juaranya. Pasalnya, pelatih berpaspor Spanyol ini kerap menuntut pihak klub untuk membeli pemain dengan harga fantastis guna memfasilitasi kebutuhan taktiknya.

Foto/Reuters

Guardiola tercatat telah menghabiskan 1 miliar poundsterling (Rp19,9 triliun) selama menangani Barcelona, Bayern Munich, dan Manchester City. Hasilnya memang tak bisa dibilang mengecewakan karena ia telah meraih 33 trofi.

Kendati demikian, yang menjadi ironi adalah Guardiola hanya mampu menjuarai Liga Champions saat membesut Barcelona. Kala menangani Bayern Munich dan Man City, ia selalu mengalami kegagalan mengangkat trofi si Kuping Besar. Padahal, kedua klub itu sudah menghabiskan banyak uang untuk menyokong Guardiola.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini