Perangi Rasisme! Aksi Berlutut Tetap Dilakukan di Liga Inggris 2021-2022

Rio Erfandi, Jurnalis · Rabu 04 Agustus 2021 15:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 04 45 2450809 perangi-rasisme-aksi-berlutut-tetap-dilakukan-di-liga-inggris-2021-2022-TIsCciuzpq.jpg Perangi Rasisme aksi berlutut di Liga Inggris 2021-2022 akan tetap dilakukan (Foto: Independent)

LONDON - Para pemain dari 20 klub Liga Inggris sepakat untuk tetap melakukan aksi berlutut sebelum pertandingan pada musim 2021-2022. Aksi itu merupakan bentuk perlawanan terhadap rasisme.

Sebagaimana diketahui, aksi itu telah dilakukan oleh banyak tim sejak musim lalu. Hal ini berawal dari kematian seorang warga kulit hitam Amerika Serikat bernama George Floyd di Minneapolis, Mei 2020 silam.

Kevin De Bruyne berlutut (Foto: Twitter/@ManCity)

Bahkan, aksi berlutut ini mendapatkan dukungan langsung dari pihak Liga Inggris sesuai dengan keputusan yang telah dibuat. Lalu, para pemain dan ofisial pun mengenakan lencana lengan bertuliskan 'Tidak Ada Ruang Untuk Rasisme.'

“Kami merasa sekarang, lebih dari sebelumnya, penting bagi kami untuk terus berlutut sebagai simbol persatuan kami melawan segala bentuk rasisme," kata para pemain dalam sebuah pernyataan di laman resmi Liga Inggris, Rabu (4/8/2021).

BACA JUGA: Terus Absen Latihan, Harry Kane Diyakini Baru Kembali ke Tottenham Akhir Pekan Ini

Sekadar informasi, Liga Inggris musim depan akan dibuka dengan laga Arsenal yang akan bertandang melawan tim promosi Brenford. Partai itu rencananya berlangsung di Brentford Community Stadium, Sabtu 14 Agustus 2021, dini hari WIB.

Kepala eksekutif Liga Inggris, Richard Masters, menyatakan Liga Inggris, klub, pemain, dan ofisial pertandingan berkomitmen untuk mengatasi rasisme dan segala bentuk diskriminasi. Setelah pertemuan kapten klub, dia menegaskan kembali, bahwa Liga Inggris akan terus mendukung para pemain perihal isu penting ini.

“Rasisme dalam bentuk apa pun tidak dapat diterima dan 'Tidak Ada Ruang untuk Rasisme' membuat sikap toleransi nol kami menjadi jelas. Liga Inggris akan terus bekerja dengan klub, pemain, dan mitra sepakbola kami untuk membawa perubahan nyata guna menghilangkan ketidaksetaraan dari permainan kami,” ucap Masters.

Kasus rasisme memang cukup akrab dengan dunia sepakbola. Sebelumnya, para pemain Tim Nasional (Timnas) Inggris sempat dicemooh oleh suporter mereka sendiri karena masih melakukan aksii berlutut ini jelang pertandingan persahabatan sebelum Piala Eropa 2020 dimulai.

Bukayo Saka jadi korban rasisme (Foto: Reuters)

Namun, Pelaih Timnas Inggris, Gareth Southgate, tetap memuji aksi anak asuhannya itu. Bahkan, sang kapten, Harry Kane, tetap melakukan akksi berlutut sampai ke partai final Piala Eropa 2020.

Sayangnya, Timnas Inggris kalah lewat drama adu penalti dari Italia di final. Marcus Rashford, Jadon Sancho, dan Bukayo Saka, yang gagal mengeksekusi penalti untuk Timnas Inggris, menjadi korban rasisme usai laga itu. Hal ini menandakan, bahwa aksi berlutut sebelum pertandingan tetap harus dilakukan sebagai bentuk perlawanan terhadap rasisme.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini