Share

5 Pemain Bintang yang Batal Gabung Manchester United, Nomor 1 Peraih Ballon dOr 1998

Ramdani Bur, Okezone · Minggu 01 Agustus 2021 15:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 01 45 2449213 5-pemain-bintang-yang-batal-gabung-manchester-united-nomor-1-peraih-ballon-dor-1998-V30P0hNQjE.jpg Mesut Ozil hampir gabung Manchester United pada 2010. (Foto: Instagram/@m10_official)

SEJUMLAH pemain bintang batal gabung Manchester United. Padahal, kesepakatan saat itu sudah hampir tercapai antara Manchester United dan sang agen pemain.

Namun, karena alasan tertentu, kesepakatan batal terjadi. Alhasil, si pemain memilih bertahan atau akhirnya hengkang ke klub lain. Lantas, siapa saja pemain bintang yang dimaksud?

Berikut 5 pemain bintang yang batal gabung Manchester United:

5. David Silva (2009)

David Silva

Pelatih Manchester United 1986-2013, Sir Alex Ferguson, sudah meminati David Silva tatkala gelandang berpaspor Spanyol itu membela Valencia. Namun, Fergie -sapaan akrab Ferguson– tak jadi mendaratkan Silva karena satu hal: memiliki banyak pemain di posisi yang biasa diperankan David Silva.

Alhasil, David Silva tak jadi didaratkan. Gelandang berusia 35 tahun itu justru berlabuh di Manchester City pada musim panas 2010 dan sukses besar bersama The Citizens. Bisa dibilang, David Silva salah satu legenda hidup Manchester Biru.

4. Sergio Aguero (2011)

Sergio Aguero

Pada musim 2010-2011, Manchester United terlalu bergantung kepada Wayne Rooney untuk mengoyak jala gawang lawan. Karena itu pada musim panas 2011, Manchester United berencana mendatangkan penyerang Atletico Madrid, Sergio Aguero.

BACA JUGA: Berjaya Bareng Manchester United di Masa Lalu, Sir Alex Ferguson Dipecat jika Tangani Klub saat Ini

Akan tetapi, agen Aguero meminta nominal yang saat itu terlalu tinggi bagi Manchester United. Alhasil, Man City yang beruntung mendapatkan Aguero setelah diboyong dengan biaya 38 juta pounds. Bersama Man City Aguero sukses besar. Ia mencatatkan 260 gol dari 390 penampilan dan kini tercatat sebagai top skor sepanjang masa Manchester City.

Follow Berita Okezone di Google News

3. Mesut Ozil (2010)

Mesut Ozil

Dalam autobiografinya, Sir Alex Ferguson mengaku mendapatkan saran dari Wayne Rooney bahwa Manchester United harus mendatangkan Mesut Ozil dari Werder Bremen pada musim panas 2010. Namun, Ferguson menolak saran tersebut.

Hal itu karena Ozil takkan cocok dalam pola 4-4-2 racikan Ferguson. Praktis, keputusan Fergie sangat disayangkan. Pada musim panas 2010, Mesut Ozil hengkang ke Real Madrid dan jadi pemain andalan klub yang saat itu ditangani Jose Mourinho.

2. Frank Lampard (2001)

Frank Lampard

Pada medio akhir 1990-an, Sir Alex Ferguson melihat gelandang muda yang membela West Ham United, Frank Lampard. Fergie tertarik mendatangkan gelandang berpaspor Inggris itu. Namun, Fergie tak mau bertaruh dan lebih memilih mendatangkan Juan Sebastian Veron dari Lazio pada musim panas 2001.

Di saat yang bersamaan, Lampard diboyong Chelsea dari West Ham. Nasib keduanya bertolak belakang. Veron gagal total bersama Man United dan akhirnya dilego ke Chelsea pada musim panas 2003. Sementara itu, Super-Lamps –julukan Lampard– melegenda bersama Chelsea.

Setelah 13 tahun membela Chelsea (2001-2004), Lampard berstatus sebagai top skor tim dengan koleksi 209 gol dari 632 penampilan. Menjadi luar biasa karena Lampard tak beroperasi sebagai penyerang, melainkan gelandang.

1. Zinedine Zidane (1996)

Zinedine Zidane

Mantan Presiden Manchester United, Martin Edwards, mengungkapkan bahwa timnya memiliki peluang besar mendapatkan Zidane dari Girondins Bordeaux pada 1996. Namun, Ferguson menolak rencana Edwards untuk mendatangkan Zidane. Dalam pandangan Fergie, Zidane memiliki kesamaan posisi dengan pujaan publik Old Trafford saat itu, Eric Cantona.

Fergie disebut-sebut tak mau menaruh Cantona di bangku cadangan karena kehadiran Zidane. Ia juga enggan menaruh Zidane di bangku cadangan demi memberikan tempat kepada Cantona. Karena itu, jalan terbaik ialah tidak jadi mendatangkan Zidane.

Namun, itu bisa dibilang kesalahan besar. Semusim setelahnya atau pada musim panas 1997, Cantona secara mengejutkan memutuskan pensiun di usia 31 tahun. Sementara itu, Zidane yang hengkang ke Juventus pada 1996 meraih kesuksesan besar. Ia meraih dua trofi Liga Italia bersama Juventus. Sementara itu saat membela Real Madrid (2001-2006), Zidane menyabet masing-masing satu gelar Liga Champions dan Liga Spanyol.

Sementara di level Timnas, Zidane mengantarkan Prancis menjuarai Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000. Tidak sampai di situ, Zidane pun menyabet tiga trofi pemain terbaik dunia. Sebut saja pada 1998, 2000 dan 2003, plus satu trofi Ballon dOr 1998.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini