Ini Momen Terbaik Ismed Sofyan Bersama Persija Jakarta

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Selasa 20 Juli 2021 01:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 19 49 2443025 ini-momen-terbaik-ismed-sofyan-bersama-persija-jakarta-TYx6CdksUH.jpg Berusia 41 tahun, Ismed Sofyan pemain paling senior di Persija Jakarta. (Foto/Persija Jakarta)

ISMED Sofyan mengiashkan momen terbaiknya bersama Persija Jakarta yang telah dibelanya sejak 2020. Pesepakbola berusia 41 itu telah menjadi bagian tim kala meraih trofi Liga 1 2018 dan Piala Presiden di tahun sama.

Rangkaian catatan positif pada 2018, diakui Ismed, menjadi salah satu momen terbaiknya bersama Macan Kemayoran. Pasalnya, tim telah menunjukkan performa baik sejak awal hingga akhirnya juara di akhir kompetisi.

Baca juga: Mantap! Jakarta International Stadium Miliki Desain Pencahayaan Mirip Allianz Arena

“Dari awal kompetisi kami sudah di papan atas, kalau tidak di peringkat kedua, ya, peringkat ketiga,” kata Ismed mengutip laman Persija, Senin (19/7/2021).

Foto/Liga Indonesia Baru

Dari total 34 pertandingan, Persija kala itu mencatat 18 kemenangan, delapan hasil imbang, dan delapan kekalahan. Dalam lima pertandingan terakhir, Ismed Sofyan Cs bahkan tidak pernah kehilangan poin.

“Saat itu, kondisi tim sangat solid. Kebersamaan antar pemain sangat terasa, tidak pernah berjarak,” ungkap Ismed.

Baca juga:  Setelah Libur karena PPKM Darurat, Ini Harapan Presiden Persija Jakarta

Momen tiga tahun lalu itu bukan satu-satunya yang berkesan bagi Ismed. Kenangan manis lain adalah pada 2005, saat Persija mencapai final Divisi Utama dan partai puncak Piala Indonesia. Namun Dalam dua kompetisi itu, Persija gagal meraih trofi.

Dalam final Divisi Utama, Persija kalah lewat perpanjangan waktu dari Persipura Jayapura dengan skor 2-3. Sementara di final Piala Indonesia, Persija takluk 3-4 dari Arema Malang, lagi-lagi lewat babak perpanjangan waktu.

“Sebenarnya itu musim yang pahit karena kami punya kans juara di dua kompetisi yang finalnya dimainkan di Jakarta. Namun sayang gagal juara,” terang Ismed.

Foto/Persija Jakarta

Lantas, kenapa Ismed memasukkan musim itu menjadi salah satu momen terbaiknya bersama tim ibu kota?

“Suasana tim saat itu sangat nyaman, baik di dalam maupun di luar lapangan,” ujarIsmed .

“Meski gagal, setelah itu kami belajar dan semakin kompak sebagai sebuah tim,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini