Bukayo Saka Jadi Korban Rasis Setelah Gagal Penalti di Final Piala Eropa 2020, Arteta: Mental Ia Kuat

Andika Rachmansyah, Jurnalis · Rabu 14 Juli 2021 17:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 14 45 2440642 bukayo-saka-jadi-korban-rasis-setelah-gagal-penalti-di-final-piala-eropa-2020-arteta-mental-ia-kuat-33vQ2eiJjE.jpg Penalti Bukayo Saka ditepis Donnarumma. (Foto: REUTERS/FACUNDO ARRIZABALAGA)

LONDON – Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, menyebut sang pemain, Bukayo Saka, segera bangkit setelah menjadi korban rasis, akibat gagal mengeksekusi penalti di final Piala Eropa 2020. Mantan asisten Josep Guardiola di Manchester City ini mengatakan, mental kuat yang membuat Bukayo Saka segera bangkit.

Seperti diketahui, Inggris kalah melawan Italia pada laga final Piala Eropa 2020 di Stadion Wembley, Senin 12 Juli 2021 dini hari WIB. Setelah bermain 1-1 hingga babak tambahan waktu dan dilanjutkan ke adu penalti, Inggris harus menelan kekalahan dengan skor 2-3 dari Italia.

Bukayo Saka

(Penalti Bukayo Saka ditepis Donnarumma)

Bukayo Saka yang berusia 19 tahun menjadi ekskutor penalti kelima Inggris dalam laga tersebut. Namun, sangat disayangkan, tendangan yang dilepaskan Bukayo Saka l ditepis kiper Italia, Gianluigi Donnarumma. Hal inilah yang menyebabkan Inggris kalah di final Piala Eropa 2020.

Setelah insiden itu, pemain muda Arsenal ini tak kuasa menahan tangisnya atas kegagalan penaltinya. Rekan setimnya berusaha menghibur Saka untuk tidak menyesali yang telah dilakukannya. Sementara itu, sang pelatih, Gareth Southgate, dianggap orang yang bertanggung jawab atas kegagalan penalti itu.

Namun, berbeda dengan rekan setim dan pelatih, Saka justru dihujani kritikan dan komentar rasisme dari para fans di akun media sosialnya. Hal inilah yang membuat banyak pihak geram. Bahkan sang pelatih Arsenal, Arteta, ikut bersuara.

BACA JUGA: Hasil Lengkap Piala Eropa 2020 dari Fase Grup hingga Partai Puncak

Selaku pelatih, dia mengaku telah berbicara secara pribadi dengan Saka. Dia menegaskan anak asuhnya akan baik-baik saja karena memiliki karakter yang kuat. Terlebih sang pemain telah mendapat banyak dukungan dari berbagai pihak.

Selaku pelatih, dia mengaku telah berbicara secara pribadi dengan Bukayo Saka. Dia menegaskan anak asuhnya akan baik-baik saja karena memiliki karakter yang kuat. Terlebih sang pemain telah mendapat banyak dukungan dari berbagai pihak.

Bukayo Saka

(Bukayo Saka saat dihibur pemain-pemain Inggris yang lain)

“Ya, saya sudah menghubunginya. Kita semua, saya pikir, telah berbicara dengannya, mengirim pesan,” ucap Arteta, dilansir dari Metro, Rabu (14/7/2021).

“Dia akan baik-baik saja. Dia adalah karakter yang begitu kuat. Dia telah menerima banyak cinta dan dukungan dari sepakbola dunia, tidak hanya dengan Arsenal tetapi juga tim nasional dan semua penggemar Inggris karena dia tidak pantas mendapatkan pelecehan rasisme yang telah dia alami,” tutupnya.

Terlepas dari itu, Arsenal sedang mempersiapkan tim jelang turun di musim 2021-2022. Di laga pertama pramusim mereka, Arsenal di luar dugaan ditumbangkan klub asal Skotlandia, Hibernian, dengan skor 1-2.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini