RIO DE JANEIRO – Kekecewaan besar tampaknya dirasakan Pelatih Tim Nasional (Timnas) Brasil, Tite, usai gagal mengantar timnya menjuarai Copa America 2021. Dia pun mengamuk usai laga kontra Argentina di partai final rampung digelar.
Sebagaimana diketahui, Brasil harus gigit jari di partai final Copa America 2021 lantaran tumbang dari Argentina. Laga final yang berlangsung di Stadion Maracana, Minggu (11/7/2021) pagi WIB, itu berakhir dengan skor 0-1.

Sejatinya, Stadion Maracana diplot untuk menjadi tempat berpesta Tim Samba -julukan Timnas Brasil, tetapi kenyataannya justru tak bersahabat. Argentina yang justru berpesta. Gol semata wayang Angel Di Maria pada menit ke-22 sudah cukup mengakhiri penantian Argentina selama 28 tahun untuk menjadi juara.
BACA JUGA: Bawa Argentina Juarai Copa America 2021, Ini Komentar Di Maria
Kondisi ini membuat Tite kecewa dan juga jengkel. Tite menumpahkan kekesalannya itu kepada Konfederasi Sepakbola Amerika Selatan (CONMEBOL). Ia menuding CONMEBOL tidak becus bekerja sehingga memengaruhi laju Brasil di Copa America 2021.
BACA JUGA: Lautaro Martinez: Saya Akan Simpan Medali ini Seumur Hidup
Tite merasa timnya dirugikan dengan keputusan konfederasi yang menunjuk Brasil sebagai tuan rumah hanya dua pekan sebelum gelaran dilangsungkan. Alhasil, sejumlah kondisi yang kurang bersahabat di lapangan ditemui Brasil saat melakoni laga demi laga.
Copa America tahun ini memang seharusnya memang diadakan di Kolombia dan Argentina. Tetapi, tempat penyelenggaraan harus dipindahkan setelah kerusuhan sipil di Kolombia dan lonjakan kasus Covid-19 di Argentina.
"Organisasi meninggalkan banyak hal yang diinginkan. Lapangannya buruk. Para pemain menghadapi risiko yang berlebihan. Ini seharusnya tidak terjadi di turnamen besar seperti ini," kata Tite, sebagaimana dikutip Reuters, Minggu (11/7/2021).
"Saya berbicara secara khusus tentang orang yang bertanggung jawab, Alejandro (Dominguez), yang merupakan Presiden Conmebol. Saya berbicara tentang dia, untuk mengatur turnamen dalam waktu sesingkat itu,” tambah Tite.

Dalam laga final ini, Tite juga mengkritik cara bermain Argentina yang dinilai memperlambat permainan setelah mereka memimpin di pertengahan babak pertama. Tetapi, dia tetap melontarkan pujian kepada Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, karena sudah sukses membawa timnya meraih kejayaan.
"Permainannya jadi stop-start. Kami ingin bermain, tetapi ada anti-sepakbola. Sepanjang waktu ada diving untuk pelanggaran dan kemudian mereka mengambil waktu lama untuk mengambilnya, wasit tidak melanjutkan permainan. Strateginya adalah menghentikan permainan,” pungkasnya.
(Ramdani Bur)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.