Arema FC Tolak Liga 1 2020 Bergulir Akhir Agustus, Ini Alasannya

Avirista Midaada, Jurnalis · Rabu 07 Juli 2021 10:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 07 49 2436786 arema-fc-tolak-liga-1-2020-bergulir-akhir-agustus-ini-alasannya-kwlPqi3eZu.jpg Arema FC. (Foto/Arema FC)

MALANG Liga 1 2021 resmi ditunda karena melonjaknya kasus covid19, dan diwacanakan akan bergulir pada akhir Agustus. Namun, manajemen Arema FC menolak rencana tersebut dengan alasan masalah kontrak dengan pemain.

Media Officer Arema FC, Sudarmaji menuturkan bahwa manajemen Arema FC telah mendengar adanya kabar kompetisi akan dimulai pada akhir bulan depan. Namun, manajemen Arema FC mengusulkan agar kompetisi digelar pada pertengahan Agustus 2021.

Baca juga: Liga 1 2021 Ditunda Lagi, Ini Respons Arema FC

"Arema FC berusaha memberikan masukan dan saran buat arema kompetisi ini harus segera bergulir," ucap Sudarmaji saat memberikan keterangan kepada awak media, Rabu (7/7/2021).

Foto/Liga Indonesia Baru

Menurutnya, manajemen Arema FC kurang sepakat dengan usulan PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang bakal menggelar kompetisi di akhir Agustus. Hal ini dikarenakan berkaitan klausul masa penandatanganan kontrak pemain.

Baca juga: Sesuai Saran Klub-Klub, Liga 1 2021-2022 Mungkin Dimulai Akhir Agustus

"Sebagai jalan tengah, Arema mengusulkan agar tidak satu bulan setelah masa PPKM. Jadi kalau masa PPKM 20 Juli, maka kita mengharapkan di tengah-tengah masa satu bulan atau 15 hari, setelah masa PPKM, karena itu Arema mengusulkan bisa digelar antara tanggal 15-20 Agustus," terangnya.

Foto/MPI/Avirista Midaada

Sudarmaji menambahkan bila beberapa pemain lokal Arema FC memang ada yang sudah penandatanganan kontrak pada bulan Februari, Maret, hingga April. Sedangkan pemain asing melakukan penandatanganan kontrak pada Juni 2021, dengan masa kontrak satu musim kompetisi.

"Kontrak dengan pemain ada yang di bulan Februari, ada yang di bulan Maret. Bahkan ada beberapa pemain asing yang harus kontrak di bulan Juni, Juli, (dengan) rata-rata kontrak yang dilakukan selama 10 bulan atau mengikuti masa kompetisi," jelasnya.

Sudarmaji menjelaskan jika kompetisi tetap digelar pada Agustus akhir, hal itu bisa berdampak buruk dan memunculkan permasalahan di kemudian hari.

Foto/Liga Indonesia Baru

"Ke depan menghindar sengketa pemain, artinya sengketa antara klub dan kontrak terkait perpanjangan kontrak pemain asing," ujar dia.

"Kita diskusikan kembali, kita pastikan kembali ada beberapa hal yang harus kita antisipasi, utamanya dalam konteks memproteksi hubungan kerja antara klub dengan pemain dan official," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini