Share

Pengkhianat Juventus Beri Saran ke Italia Jelang Hadapi Belgia di Perempatfinal Piala Eropa 2020

Ramdani Bur, Okezone · Rabu 30 Juni 2021 19:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 30 51 2433415 pengkhianat-juventus-beri-saran-ke-italia-jelang-hadapi-belgia-di-perempatfinal-piala-eropa-2020-3GQiMUNiAL.jpg Timnas Italia hadapi Belgia di perempatfinal Piala Eropa 2020 (Foto: UEFA)

TURIN – Pengkhianat Juventus yang juga Pelatih Guangzhou FC, Fabio Cannavaro, memberi saran kepada Tim Nasional (Timnas) Italia. Hal itu jelang Italia menghadapi Belgia di perempatfinal Piala Eropa 2020 pada Sabtu, 3 Juli 2021 pukul 02.00 WIB.

Cannavaro menilai, salah bagi Italia jika mereka ingin berduel satu lawan satu dengan pemain Belgia. Dalam pandangan Cannavaro, Belgia mempunyai 4-5 pemain yang dapat memenangkan pertandingan sendirian.

 

Karena itu, Cannavaro menyarankan Italia untuk bermain kolektif. Sebab, jika tidak, Italia dapat menjadi bulan-bulanan Belgia yang selalu memenangkan empat laga awal di Piala Eropa 2020.

“Duel satu lawan satu takkan membuat Italia menang. Belgia lebih kuat dalam aspek ini karena mereka memiliki empat sampai lima pemain yang dapat memenangkan pertandingan sendirian,” kata Cannavaro mengutip dari Football Italia, Rabu (30/6/2021).

Baca juga: Timnas Belgia Jumpa Italia di Perempatfinal Piala Eropa 2020, Ini Target Thorgan Hazard

“Saya pikir Lukaku dan Mertens bisa jadi ancaman, bahkan ketika tidak dalam performa terbaiknya. Satu lagi, waspadalah kepada Witsel yang pernah saya latih di Tianjin. Ia adalah gelandang komplet yang bisa melakukan segalanya dengan baik,” lanjut Cannavaro.

Italia sendiri dalam kepercayaan diri tinggi. Dalam 31 laga terakhir, Gli Azzurri -julukan Italia– tidak terkalahkan. Karena itu, Italia racikan Roberto Mancini mulai disama-samakan dengan skuad ketika Gli Azzurri juara Piala Dunia 2006.

Namun, Fabio Cannavaro yang menjadi kapten Italia di Piala Dunia 2006, tidak setuju dengan perbandingan tersebut. Ia menilai, Ciro Immobile dan kawan-kawan takkan nyaman dengan perbandingan di atas.

“Tolong jangan dibandingkan dengan masa lalu. Biarkanlah skuad Italia saat ini berkembang sehingga menciptakan sesuatu yang unik,” ujar peraih trofi Ballon dOr 2006 tersebut.

 

Lantas, kenapa Fabio Cannavaro disebut pengkhianat Juventus seperti yang disebutkan di atas? Ketika Juventus dihukum degradasi ke Serie B pada musim panas 2006 karena kasus pengaturan skor, Cannavaro merupakan satu dari enam pemain yang meninggalkan Juventus.

Saat itu, Cannavaro memutuskan hengkang ke Real Madrid, bersamaan dengan Emerson. Sementara itu, empat lainnya adalah Patrick Vieira dan Zlatan Ibrahmovic yang pindah ke Inter Milan, serta Gianluca Zambrotta dan Lilian Thuram yang hengkang ke Barcelona.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini