Ahli Jantung Sebut Eriksen Terlalu Berisiko untuk Kembali ke Lapangan Hijau

Admiraldy Eka Saputra, Jurnalis · Minggu 13 Juni 2021 09:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 13 51 2424357 ahli-jantung-sebut-eriksen-terlalu-berisiko-untuk-kembali-ke-lapangan-hijau-zqpqQ96rOk.jpg Christian Eriksen langsung dilarikan ke rumah sakit usai kolaps di laga Denmark vs Finlandia (Foto: Reuters)

KOPENHAGEN - Christian Eriksen kemungkinan besar takkan bisa melanjutkan kariernya sebagai pesepakbola usai mengalami kolaps di Piala Eropa 2020. Pernyataan tersebut disampaikan salah satu dokter ahli jantung, Sanjay Sharma.

Partai Denmark vs Finlandia terpaksa dihentikan di akhir babak pertama karena Eriksen tiba-tiba kolaps di tengah lapangan. Situasi ini membuat panik setelah sang pemain terlihat kehilangan kesadaran.

Kapten Timnas Denmark, Simon Kjaer kemudian bergerak cepat untuk memberikan pertolongan pertama sambil menunggu tim medis masuk ke lapangan.

Beruntung, Eriksen yang langsung dilarikan ke rumah sakit dilaporkan sudah dalam keadaan sadar. Kondisi terakhir Eriksen ini juga telah dikonfirmasi langsung oleh Asosiasi Sepakbola Denmark.

Baca juga: Lewat Selebrasi Gol, Lukaku Sampaikan Dukungan untuk Christian Eriksen

Akan tetapi, insiden ini kemungkinan besar bakal jadi akhir dari karier Eriksen sebagai pesepakbola mengingat risiko yang terlalu besar jika sang pemain kembali ke lapangan hijau.

Sanjay Sharma selaku profesor kardiologi olahraga di Universitas St George London, mengatakan badan sepakbola Inggris kemungkinan akan "sangat ketat" untuk mengizinkannya bermain lagi. Hal itu berarti, peluang Eriksen merumput di Inggris sangat kecil, mengingat otoritas kesehatan di Negeri Ratu Elizabeth mempunyai peraturan yang sangat ketat.

"Kabar baiknya adalah dia akan hidup, kabar buruknya adalah dia akan berada di akhir kariernya, jadi apakah dia akan memainkan pertandingan sepakbola profesional lainnya, yang tidak bisa saya katakan," ujar Sharma dilansir dari laman Express, Minggu (13/6/2021).

"Di Inggris dia tidak akan bermain. Kami akan sangat ketat tentang hal itu," ujarnya lagi.

Namun disisi lain, Prof Sharma mengatakan semua akan tergantung pada pemain dan klub untuk menilai risiko terus bermain.

“Jika Anda tidak mengeluarkan seseorang dari serangan jantung, semuanya akan berakhir. Anda tidak akan bertahan," lanjut Sharma.

"Risiko berkelanjutan pada seseorang sampai batas tertentu tergantung pada penyebab pasti dari serangan jantung itu," pungkasnya.

Saksikan siaran langsung pertandingan UEFA EURO 2020 di iNewsTV

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini