Bek Persib Bayu Fiqri Masih Dihantui Kartu Merah Final Piala Menpora 2021

Annisa Nurinsani, Jurnalis · Kamis 27 Mei 2021 21:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 27 49 2416444 bek-persib-bayu-fiqri-masih-dihantui-kartu-merah-final-piala-menpora-2021-1qad6IiqjZ.jpg Bayu Fiqri. (Foto/Persib Bandung)

BANDUNG - Bek muda Persib Bandung, Bayu Fiqri masih merekam ingatan di partai final Piala Menpora 2021. Sebab, pada leg kedua melawan Persija Jakarta, ia mendapat kartu merah pada menit 22.

Saat itu, Bayu sendiri dipercaya jadi pemain utama. Ia diharapkan mampu meredam serangan Persija. Persib yang pada leg pertama kalah 0-2 justru harus berjuang ekstra keras agar bisa membalikkan keadaan.

Foto/Persija Jakarta

Namun, Bayu justru ceroboh dan melakukan pelanggaran keras pada menit 22. Sang pengadil kemudian mengusirnya keluar lapangan.

Baca juga: Ini Respons Pelatih Persib Usai Tahu Liga 1 Tetap Ada Promosi & Degradasi

Setelah itu, Persib makin kesulitan dan berakhir kalah 1-2. Secara agregat, Persib kalah 1-4 oleh 'Macan Kemayoran' yang akhirnya jadi kampiun Piala Menpora 2021.

Baca juga: Persib Bandung Adakan Perang Saudara, Apa Maksudnya?

Bayu sendiri mengaku mendapat banyak pelajaran dari perjalanannya bersama 'Maung Bandung' di Piala Menpora. Namun, kecerobohan diganjar kartu merah ternyata masih membekas dalam benaknya.

Pemilik nomor punggung 4 di Persib itu kerap dihantui kesalahan krusialnya tersebut. Ia pun tak mau kesalahan seperti itu terulang lagi saat dipercaya bermain. Ia kini berusaha menempa diri agar bisa tampil lebih baik dan dewasa meski masih muda.

"Cukup banyak lah (pengalaman yang didapat), sampai dapat kartu merah kan, itu pengalaman buat saya juga untuk bisa lebih sabar lagi, lihat situasi, dan diperbaiki dari segi permainannya," kata Bayu.

Yang menarik, pemain berusia 19 tahun itu akan menatap Liga 1 2021-2022 sebagai musim pertamanya sebagai pemain profesional. Ia harus bersaing dengan para pemain berpengalaman di sektor kanan pertahanan Persib.

Sebab, di sana ada nama-nama yang lebih berpengalaman seperti Supardi Nasir, Zalnando, hingga Henhen Herdiana. Namun, ia menegaskan tak gentar bersaing dengan mereka. Ia siap bersaing sehat memperebutkan posisi di tim inti.

"Ya, saya (bersaing) secara sportif, enggak saling menjatuhkan, saling support, yang penting kerja keras saja. Main enggak main itu keputusan pelatih," ungkap pemain Timnas U-19 itu.

Soal posisi, pemain asal Banyuwangi yang pernah memperkuat Tim Sepak Bola PON Jawa Timur itu sebenarnya bisa menjalankan dua peran. Ia bisa diplot sebagai bek kiri maupun kanan.

Ia sendiri siap ditempatkan di posisi yang diinginkan pelatih Robert Alberts. Namun, jika bisa memilih, ia lebih senang ditempatkan di sektor kanan. "Nyaman di kanan, soalnya kaki kanan, dominan kanan," ucap Bayu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini