6 Gelandang Persib yang Sulit Dicari Penggantinya, Nomor 1 si Pantang Menyerah

Annisa Nurinsani, Jurnalis · Jum'at 21 Mei 2021 09:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 21 49 2413321 6-gelandang-persib-yang-sulit-dicari-penggantinya-nomor-1-si-pantang-menyerah-cJiL07MHUv.jpg Hariono. (Foto/Persib Bandung)

BANDUNG - Persib Bandung masih belum menemukan sosok gelandang yang kualitasnya setara dengan Omid Nazari. Sempat mendatangkan kapten Timnas Afghanistan, Farshad Noor, sang pemain justru didepak karena permainannya dianggap tak sesuai ekspektasi.

Omid sendiri sejak kedatangannya pada pertengahan musim 2019 bisa menjadi tumpuan tim. Ia piawai dalam mengatur ritme permainan, kuat dalam membantu pertahanan dan tajam membantu penyerangan.

Pemain berpaspor Filipina itu juga piawai dalam memberi umpan matang bagi striker, andal dalam bola mati, serta punya naluri dalam mencetak gol. Omid pun kerap disebut sebagai tipikal gelandang bertahan modern yang sangat jarang ditemui di sepak bola Indonesia.

Namun, selain Omid, ternyata Persib memiliki beberapa gelandang dengan kemampuan istimewa. Setelah pemain itu hengkang, Persib justru tak bisa mendapatkan lagi pengganti sepadan. Siapa saja mereka?

6. Lorenzo Cabanas

Pemain asal Paraguay ini bermain untuk Persib dalam kurun 2007-2009. Sejak awal kedatangannya, ia jadi ruh permainan 'Maung Bandung'. Ia mampu mengatur irama permainan dengan baik, lihai memberi assist, tajam dalam mengeksekusi bola mati, serta pandai dalam urusan mencetak gol.

Foto/Persib Bandung

Gocekannya juga kerap merepotkan pemain lawan. Sisi istimewanya, Cabanas termasuk pemain yang jarang mengalami cedera meski kerap mendat tekel keras lawan. Satu-satunya kelemahan Cabanas saat bermain di Persib hanya staminanya yang tak bisa konsisten selama 90 menit.

Baca juga: Gelandang Persib Beckham Putra Minta Kejelasan Liga 1 2021

Sejak memasuki menit 60, stamina Cabanas biasanya mulai kendor. Namun, sebelum fisiknya kendor, ia kerap tampil trengginas di atas lapangan. Hingga kini, tak ada sosok seperti Cabanas yang pernah dimiliki Persib.

Baca juga: Robert Alberts Ungkap Jadwal Latihan Persib Bandung

5. Miljan Radovic

Pemain asal Montenegro ini termasuk pemain istimewa yang pernah memperkuat Persib. Datang di pertengahan musim 2011, Radovic kemudian hengkang pada 2013 saat Djadjang Nurdjaman ditunjuk jadi pelatih Persib.

Saat bersama Persib, Radovic dikenal sebagai pemain yang mampu mengatur irama permainan. Ia tahu betul kapan harus mengajak rekan-rekannya menyerang atau bertahan.

Foto/Persib Bandung

Meski pergerakannya tergolong lambat, hal itu mampu ditutupi dengan kemampuan magisnya di lapangan. Ia kerap memanjakan lini depan dengan umpan-umpan manisnya. Satu hal lain yang sangat istimewa dari sosok Radovic adalah kepiawaiannya mencetak gol.

Bahkan, ia dijuluki 'Profesor' karena kemampuannya dalam mengeksekusi tendangan bebas. Ia pun mendapat tempat tersendiri di hati Bobotoh. Sempat ditunjuk jadi pelatih Persib, Radovic kemudian mundur dan memilih melatih tim di Montenegro.

4. Marcos Flores

Hingga saat ini, tak ada gelandang yang bisa benar-benar mengerti bagaimana membuat performa Febri Hariyadi benar-benar keluar. Namun, di tangan Marcos Flores, kemampuan Febri menjadi sangat maksimal.

Foto/Persib Bandung

Pemain berpaspor Argentina ini tahu betul bagaimana cara memberi umpan bagi Febri. Ia tahu ke mana Febri bergerak dan harus memberi umpan seperti apa. Alhasil, kolaborasi Marcos Flores dan Febri Hariyadi sempat begitu ditakuti di Liga 1.

Ia mengabdi untuk Persib pada 2016 kurang dari enam bulan. Ia kemudian pindah ke Bali United. Saat ini, Marcos Flores sudah pensiun sebagai pesepakbola.

3. Firman Utina

Tak ada yang meragukan bagaimana kualitas seorang Firman Utina di setiap tim yang dibelanya di Indonesia. Ia selalu memberi warna tersendiri, termasuk di Persib dalam kurun 2012-2015.

Kekuatan utama Firman terletak pada kemampuannya memberi umpan bagi pemain lini depan. Ia juga piawai mencetak gol, mengeksekusi bola mati, dan tentu saja kemampuannya menjadi pemimpin.

Foto/Persib Bandung

Di Persib, Firman diposisikan sebagai pemimpin atau kapten tim. Ia sosok yang begitu disegani di dalam tim. Sebaliknya, ia begitu ditakuti pemain lawan ketika bertanding. Hingga kini, tak ada sosok dengan tipikal pemimpin seperti Firman Utina di skuat Persib.

Firman termasuk sosok yang begitu dicintai Bobotoh. Selain karena permainan dan kepemimpinannya, gelar juara ISL 2014 dan Piala Presiden 2015 tentu jadi alasannya. Firman jadi sosok penting dibalik gelar prestisius tersebut.

2. Makan Konate

Pemain asal Mali ini masih membuat Bobotoh, sebutan fans Persib, gagal move on. Gelandang kreatif ini sangat diharapkan untuk bisa kembali ke Persib. Bahkan, Persib pernah beberapa kali mendatangkan kembali Konate, tapi hal itu tak pernah terwujud hingga kini.

Foto/Persib Bandung

Konate bisa dibilang sebagai gelandang asing terbaik yang pernah dimiliki Persib jika merujuk pada raihan prestasi, yakni membantu meraih gelar juara ISL 2014 dan Piala Presiden 2015. Di luar itu, Konate dikenal sebagai gelandang yang tajam, piawai dalam merancang serangan, mencetak gol, memberi umpan, serta permainan yang menghibur.

Konate sendiri jadi bagian Persib dalam kurun 2013-2015. Ia kemudian hengkang ke Malaysia. Sempat kembali ke Indonesia, tapi ia memperkuat Sriwijaya FC, Arema FC, dan Persebaya Surabaya. Saat ini, Konate kembali berkarier di Malaysia.

1. Hariono

Pria asal Sidoarjo ini sudah dianggap sebagai legenda hidup Persib Bandung. Sejak awal kedatangannya, ia langsung mengunci tempat di lini tengah Persib. Ia bermain untuk Persib dalam kurun 2008-2019.

Ia menjalani pasang-surut prestasi Persib. Yang menarik, silih berganti pelatih menangani Persib, Hariono selalu jadi pilihan utama. Namun, posisinya tergeser ketika Robert Alberts datang. Terlebih setelah mendatangkan Omid Nazar, Hariono tak lagi jadi pilihan utama.

Foto/Persib Bandung

Hariono dikenal dengan permainan ngototnya, pantang menyerah, dan jarang mengalami cedera. Ia sosok yang tak banyak bicara sekaligus pemalu. Namun, ketika di lapangan, ia berubah menjadi sosok yang begitu ganas dan ditakuti lawan.

Meski begitu, permainan kerasnya di lapangan jarang membuat lawan cedera. Satu kelebihan lain dari Hariono adalah bermain dengan hati. Ia juga pemain yang loyal, meski banyak tawaran datang, ia menolaknya. Ia hanya pergi ketika kehadirannya tak diinginkan Robert Alberts.

Hariono juga dikenal sebagai pemain yang terdepan membela rekannya ketika dikasari pemain lawan. Ia menjadi sosok pelindung bagi rekan-rekannya, terutama para pemain muda. Sepeninggal Hariono, tak ada pemain Persib dengan karakter sepertinya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini