Dukung Ada Degradasi, Kapten Persib Bandung: Kompetisi Harus Dua Wilayah

Annisa Nurinsani, Jurnalis · Selasa 18 Mei 2021 04:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 18 49 2411456 dukung-ada-degradasi-kapten-persib-bandung-kompetisi-harus-dua-wilayah-DCUVEktUXT.jpg Skuad Persib Bandung saat turun di Piala Menpora 2021. (Foto: PT LIB)

BANDUNG – Kapten Persib Bandung, Supardi Nasir, menolak rencana Liga 1 2021 yang digulirkan tanpa adanya degradasi. Dalam pandangan mantan pemain Timnas Indonesia ini, Liga 1 2021 adalah kompetisi bukan turnamen, sehingga wajib ada degradasi.

"Saya sebenarnya belum mau komentar, tapi secara pribadi, ini pendapat pribadi, saya tidak setuju kalau tidak ada degradasi. Karena itu (degradasi) bagian dari kompetisi, harus ada yang degradasi," kata Supardi.

Supardi Nasir

(Kapten Persib Bandung, Supardi Nasir)

Baginya, kompetisi tanpa degradasi akan terasa aneh. Sebab, degradasi akan membuat kompetisi menjadi lebih seru.

Meski di tengah pandemi COVID-19, kompetisi tanpa degradasi dianggap bukan sebagai jalan terbaik. Menurutnya, bagaimanapun kondisi saat ini, seharusnya kompetisi tetap menghadirkan degradasi dan promosi.

"Yang namanya kompetisi harus seperti itu. Apa pun kondisi kita sekarang, rasanya tidak elok kalau melihat kompetisi tanpa degradasi," ungkapnya.

"Ini hanya pendapat pribadi. Saya lebih setuju kalau ada degradasi," ucap Supardi.

Sementara disinggung soal format kompetisi, ia berharap ada perubahan yang terjadi di Liga 1 musim depan. Konsep dua wilayah dianggap lebih ideal ketimbang satu wilayah.

BACA JUGA: Bos Persib Bandung: Klub Profesional Tak Mau Kompetisi Tanpa Degradasi

"Untuk format, menurut saya idealnya dengan letak geografis kita sekarang seperti Indonesia, lebih cocok ke dua wilayah," jelasnya.

Dengan format dua wilayah, energi pemain akan lebih terjaga. Sehingga, kualitas permainan peserta kompetisi diharapkan menjadi lebih baik yang berujung pada kemajuan sepakbola nasional.

Persib Bandung

Di saat yang sama, klub juga akan bisa lebih menghemat pengeluaran. Sebab, biaya yang harus dikeluarkan klub untuk mengarungi kompetisi satu wilayah sangat besar.

Sedangkan jika kompetisi memakai format turnamen, hal itu dirasa kurang ideal. Sebab, tim yang bermain akan melakoni laga dalam jumlah sedikit jika tak mampu lolos dari fase grup.

"Itu pendapat yang menurut saya ideal. Kalau (format turnamen) seperti Piala Menpora, itu untuk turnamen saja. Tapi, untuk kompetisi lebih idealnya dua wilayah," tutur Supardi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini