UEFA Maafkan 9 Klub Eks Liga Super Eropa, tapi Tetap Kena Hukuman

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Sabtu 08 Mei 2021 01:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 08 51 2407487 uefa-maafkan-9-klub-eks-liga-super-eropa-tapi-tetap-kena-hukuman-seVR7j02KW.jpg UEFA. (Foto: Laman resmi UEFA)

NYON – Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) memastikan akan memaafkan sembilan dari 12 klub yang mendirikan sebuah kompetisi baru bernama Liga Super Eropa atau Super League. Namun, hukuman berupa denda tetap menanti sembilan klub yang memutuskan kembali ke bawah naungan UEFA tersebut.

Sembilan klub yang akhirnya memutuskan benar-benar pergi dari Liga Super Eropa dan kembali ke UEFA itu adalah Arsenal, AC Milan, Atletico Madrid, Chelsea, Inter Milan, Liverpool, Manchester City, Manchester United, dan Tottenham Hotspur.

Berdasarkan laman resmi UEFA, nantinya denda yang akan diberikan kepada sembilan klub itu pun berupa pemotongan 5% dari total pendapatan kompetisi Eropa mereka selama satu musim. Tak hanya itu saja, ada perjanjian yang dibuat UEFA dengan kesembilan klub tersebut.

Baca Juga: Hampir Ketuk Palu! Real Madrid, Juventus dan Barcelona Dilarang Tampil di Liga Champions 2 Tahun

Logo UEFA

Perjanjian itu terkait UEFA bakal memberikan denda sampai 100 juta euro atau sekira Rp1,7 triliun jika ada tim yang berusaha lagi untuk bermain di kompetisi yang tidak sah seperti halnya Liga Super Eropa.

Ada juga perjanjian di mana kesembilan klub harus membayar 50 juta euro (Rp859 miliar) jika melanggar komitmen lainnya yang sudah dibuat dengan UEFA. Semua sanksi itu jelas dipersiapkan agar klub-klub eks pendiri Liga Super Eropa itu tak berniat membangun kompetisi baru lagi.

UEFA pun memastikan sembilan klub sudah meminta maaf dan mengakui kesalahan mereka yang membangun Liga Super Eropa.

“Kesembilan klub tersebut mengakui dan menerima bahwa proyek Liga Super Eropa adalah sebuah kesalahan dan meminta maaf kepada fans, asosiasi nasional, liga nasional, sesama klub Eropa dan UEFA. Mereka juga telah mengakui bahwa proyek tersebut tidak akan disahkan berdasarkan Statuta dan Peraturan UEFA,” bunyi pernyataan UEFA dilansir dari laman resmi, Sabtu (8/5/2021).

Selanjutnya sanksi 5 persen pemotongan pendapatan kompetisi Eropa satu musim itu tidak akan masuk kantong UEFA, melainkan akan disumbangkan. Presiden UEFA, Aleksander Ceferin pun mau melupakan masalah yang membuat panas sepakbola Eropa tersebut.

Presiden UEFA, Aleksander Ceferin

“Tidak ada sanksi finansial yang akan diambil oleh UEFA. Semua dana sanksi akan diinvestasikan kembali ke dalam sepakbola pemuda yang berada di komunitas lokal di seluruh Eropa, termasuk Inggris,” sambung Ceferin.

“Dalam menerima komitmen dan kesediaan mereka untuk memperbaiki gangguan yang mereka timbulkan, UEFA ingin melupakan bab ini dan bergerak maju dengan semangat yang positif,” tambahnya.

Lalu bagaimana nasib tiga klub tersisa dari pendiri Liga Super Eropa, yakni Real Madrid, Juventus, dan Barcelona? Ceferin mengatakan akan mencoba membawa ketiga klub tersebut Badan Dispiliner UEFA.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini