5 Pemain Kesayangan Fans Persib Bandung yang Terdepak di Era Robert Alberts, Nomor 3 Pulang Kampung

Annisa Nurinsani, Jurnalis · Minggu 02 Mei 2021 09:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 02 49 2404187 5-pemain-kesayangan-fans-persib-bandung-yang-terdepak-di-era-robert-alberts-nomor-3-pulang-kampung-pXkyfWbIsS.jpg Skuad Persib Bandung saat turun di Piala Menpora 2021. (Foto: PT LIB)

BANDUNG – Sejumlah pemain kesayangan fans Persib Bandung (Bobotoh) terdepak di era kepelatihan Robert Rene Alberts. Sejumlah alasan pun melatarbelakangi kepergian pemain-pemain kesayangan fans Persib Bandung ini.

Ada yang didepak karena permainannya tak sesuai skema, alasan regenerasi, hingga mengundurkan diri. Lantas, siapa saja pemain yang dimaksud?

Berikut 5 pemain kesayangan fans Persib Bandung yang terdepak di era Robert Alberts:

 5. Bojan Malisic

Bojan Malisic

Pemain asal Montenegro ini tercatat bermain untuk Persib sejak musim 2018 di era pelatih Mario Gomez. Namun, posisinya tergusur ketika Robert Alberts didatangkan manajemen untuk menukangi tim menggantikan Miljan Radovic.

Bojan Malisic didepak pertengahan musim Liga 1 musim 2019. Menariknya, Bojan Malisic harus dihadapkan pada situasi miris. Ia sempat berlatih selama beberapa pekan dengan suksesornya, yaitu Nick Kuipers.

Meski demikian, Bojan Malisic menunjukkan sikap profesional dan berhati besar. Ia tetap menjalankan tugas hingga pertengahan musim. Ia berlatih serius dan tampil dengan sepenuh hati ketika bertanding.

Sikap Bojan Malisic pun menuai pujian dari Bobotoh. Pemain berposisi bek tengah itu memperlihatkan sikap profesionalitas tinggi dan cinta bagi Persib meski tahu akan didepak.

Bojan Malisic sendiri dicintai Bobotoh karena performanya di lapangan. Ia tangguh menggalang pertahanan, ngotot, serta kadang emosinya meledak-ledak demi membela kehormatan Persib di lapangan. Ia pun beberapa kali dipercaya menjadi kapten tim.

Karena sikap dan profesionalitasnya, Bojan Malisic pun mendapat perpisahan yang manis. Di laga terakhirnya, ia mendapatkan salam perpisahan dari pemain dan Bobotoh berupa guard of honour.

Sempat dikaitkan dengan Persija Jakarta, ia memilih hengkang ke Badak Lampung FC karena tak mau menyeberang ke tim rival. Sial, Badak Lampung FV justru degradasi, Bojan Malisic pun meninggalkan Indonesia.

Bersama Persib, Bojan Malisic mencatatkan 45 penampilan dengan koleksi tiga gol dan dua assist. Salah satu yang paling diingat adalah gol penyama kedudukan menjadi 2-2 saat Persib menjamu Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada 2018.

4. Hariono

Hariono

Selama 11 tahun Hariono sangat identik dengan Persib. Sejak awal kedatangannya saat diboyong pelatih Jaya Hartono, satu tempat di lini tengah Persib menjadi tempat permanen baginya. Pelatih pun silih berganti, tapi posisi Hariono tak terganti.

Namun, hal berbeda dilakukan Robert Alberts. Ia mendepak Hariono seusai Liga 1 2019 berakhir. Kabar akan didepaknya Hariono pun disampaikan Robert Alberts beberapa pekan sebelum kompetisi usai.

Bobotoh pun saat itu banyak yang bereaksi keras karena Hariono sudah dianggap sebagai legenda hidup Persib. Akan tetapi, Robert tak bergeming dengan keputusannya.

Di laga terakhirnya melawan PSM Makassar di Stadion Si Jalak Harupat, 22 Desember 2019, Hariono dimainkan sebagai pemain pengganti. Perpisahan manis pun diberikan Hariono. Ia turut membantu Persib meraih kemenangan 5-2.

Menariknya, ketika tim mendapatkan penalti, Hariono didaulat jadi eksekutor oleh rekan-rekannya di lapangan. Pemandangan Hariono menjadi eksekutor ini bisa dibilang tak biasa. Sebab, Hariono lebih identik sebagai pemain yang fokus bertahan dan sangat langka mencetak gol, apalagi jadi eksekutor penalti.

Boom! Bola berhasil mendarat di gawang lawan. Bobotoh pun bersorak. Sementara Hariono tanpa ekspresi menyambut gol yang dicetaknya. Tatapan matanya dingin dan seolah dibalut penuh kesedihan serta kemarahan.

Di akhir laga, upacara perpisahan dilakukan. Hariono pun diberi kesempatan untuk berbicara melalui pengeras suara. Saat itu, Hariono mengatakan ingin bermain hingga pensiun di Persib, tapi Robert Alberts tak menginginkannya ada di tim.

Dengan hati besar, Hariono hengkang dari Persib yang pernah dibawanya menjuarai ISL 2014 dan Piala Presiden 2015. Hingga kini, tak ada sosok sekelas Hariono lagi di Persib yang jauh dari kata manja, selalu ngotot, penuh totalitas, serta jadi yang terdepan membela rekan-rekannya saat menghadapi musuh.

Hariono pun memilih melanjutkan kariernya di Bali United. Namun, demi menghormati keinginan Hariono yang ingin pensiun di Persib, manajemen 'Maung Bandung' akan membuka pintu untuk mewujudkannya.

Sebagai bentuk komitmen bahwa Hariono sangat mungkin kembali, nomor punggung 24 dipensiunkan sementara. Nomor itu baru akan dipakai lagi oleh Hariono. Sedangkan bagi pemain lain, untuk sementara nomor 24 'haram' digunakan.

3. Omid Nazari

Omid Nazari

(Foto: Persib.co.id)

Pemain berpaspor Filipina ini didatangkan Robert Alberts di pertengahan musim 2019. Sejak kedatangannya, Omid langsung mengunci posisi di sektor tengah dan membuat Hariono tersisihkan.

Namun, secara mengejutkan jelang Piala Menpora 2021, ia mundur dari tim meski kontraknya masih tersisa dan memilih pulang kampung ke Filipina. Kondisi tak jelas sepak bola Indonesia di tengah pandemi COVID-19 membuatnya mengambil keputusan berat meninggalkan Persib. Meski begitu, Omid menegaskan akan menjadi Bobotoh dan memantau perkembangan Persib.

Kepergian Omid pun disesalkan Bobotoh dan pelatih Robert Alberts. Sebab, Omid membawa pengaruh besar bagi permainan Persib. Ia merupakan gelandang bertahan modern sekaligus motor permainan yang perannya sangat vital di tim. Sayang, keputusan Omid tak bisa dibendung.

Selepas Omid hengkang, permainan Persib pun berubah drastis. Persib ibarat kehilangan ruh permainan. Itu terbukti dari perjalanan Persib di Piala Menpora 2021. Meski bisa melaju hingga final, permainan Persib tak segreget ketika masih diperkuat Omid.

Sempat merekrut kapten Timnas Afghanistan Farshad Noor, tapi sang pemain jauh dari harapan. Alih-alih jadi suksesor Omid, Farshad dianggap dinilai tampil tak sesuai harapan dan berujung didepak selepas Piala Menpora 2021.

2. Kim Kurniawan

Kim Jeffrey Kurniawan

(Foto: Persib.co.id)

Kim Kurniawan di awal kedatangannya pada 2016 disambut antusias Bobotoh. Sebab, penampilannya bersama Pelita Bandung Raya cukup impresif. Ia berperan penting mengantar tim melaju hingga semifinal ISL 2014.

Namun, penampilan Kim sempat dinilai buruk dan menuai kritik. Bahkan, pemain keturunan Jerman itu pernah didemo Bobotoh saat latihan. Bobotoh juga mempertanyakan keputusan pelatih Dejan Antonic yang seolah menganakemaskan Kim dengan kerap menempatkannya sebagai pemain utana.

Bukan runtuh, mental Kim justru semakin tangguh dengan kritikan yang ada. Secara perlahan, Kim mampu menunjukkan kualitasnya. Ia tampil impresif di lapangan, tak kenal lelah, ngotot, dan tentunya bermain dengan hati.

Kim bahkan secara perlahan menjelma jadi idola Bobotoh. Ia membalikkan keadaan, kritikan berubah menjadi pujian. Ia membuktikan punya mental baja karena sejak kecil ditempa di sepak bola Jerman. Permainannya di lapangan pun semakin membaik dari waktu ke waktu.

Namun, secara mengejutkan Kim memutuskan mundur dari Persib ketika tim dipersiapkan untuk tampil di Piala Menpora 2021. Bukan uang yang membuatnya hengkang, melainkan ingin mencari tantangan yang lebih besar.

Ia lalu memilih PS Sleman (PSS) yang dilatih Dejan Antonic, pelatih yang pernah bekerja sama dengannya di Pelita Bandung Raya dan Persib. Kim sendiri menyebut PSS tim yang lebih kecil dari Persib. Namun, ia merasa tertantang bermain untuk PSS dan menjadikannya tim besar selevel dengan Persib.

1. Achmad Jufriyanto

Achmad Jufriyanto

(Foto: Persib.co.id)

Bek tengah ini merupakan bagian dari kesuksesan Persib menjuarai ISL 2014 dan Piala Presiden 2015. Ia beberapa kali bolak-balik ke skuat Persib. Pria asal Tangerang ini tergolong pemain yang mendapat tempat istimewa di hati Bobotoh.

Namun, ia terpaksa hengkang ke Bhayangkara FC jelang musim 2020. Sebab, saat itu Persib dihuni banyak pemain top di lini belakang, di antaranya Victor Igbonefo dan Fabiano Beltrame.

Pelatih Robert Alberts sempat mengatakan pria yang akrab disapa Jupe itu enggan bersaing dengan Victor dan Fabiano. Sehingga, sang pemain memilih pergi dari Persib. Namun, hal itu dibantah Jupe.

Selepas masa peminjaman selesai, Jupe kembali ke Persib pada 2021 dengan alasan untuk regeneasi. Sebelum memulangkan Jupe, Robert melepas Fabiano Beltrame yang dianggap tua. Fabiano kemudian merapat ke PSS.

Setelah kembali ke Persib, Jupe tetap dihadapkan pada persaingan ketat. Ia harus berebut tempat utama dengan Victor Ibgonefo dan Nick Kuipers. Belum lagi ada pemain muda yang bisa kapan saja dimainkan Robert Alberts.

1
5

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini