PSG Juara Liga Champions Hari Jumat dan 3 Efek Positif Liga Super Eropa untuk Sepakbola

Ramdani Bur, Jurnalis · Selasa 20 April 2021 12:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 20 261 2397671 psg-juara-liga-champions-hari-jumat-dan-3-efek-positif-liga-super-eropa-untuk-sepakbola-EZOxYLXAZC.jpg Logo Liga Super Eropa. (Foto: Istimewa)

PARIS Saint-Germain (PSG) disebut-sebut akan dinobatkan sebagai juara Liga Champions 2020-2021 pada Jumat, 23 April 2021. Hal itu karena ketimbang semifinalis Liga Champions 2020-2021 yang lain, PSG merupakan satu-satunya timnya yang tak ambil bagian di Liga Super Eropa.

“Klub-klub itu (yang ambil bagian di Liga Super Eropa) harus pergi (dari Liga Champions) dan saya harap itu terjadi pada Jumat. Kemudian, kami akan mencari tahu bagaimana cara menyelesaikan kompetisi Liga Champions musim ini. Ada rapat luar biasa hari Jumat,” kata Jesper Moller mengutip dari Soccerway, Selasa (20/4/2021).

Sekadar informasi, tiga semifinalis Liga Champions lain yakni Real Madrid, Chelsea dan Man City ambil bagian di Liga Super Eropa. Hal itu membuat posisi mereka terjepit dan memiliki peluang untuk dicoret dari Liga Champions 2020-2021.

Meski begitu, Liga Super Eropa yang menjadi pangkal masalah dari semuanya mempunyai beberapa keuntungan untuk sepakbola Benua Biru. Apa saja?

Berikut 3 efek positif Liga Super Eropa untuk sepakbola, mengutip dari Sportskeeda:

3. Akhiri Monopoli UEFA

Toni Kroos

(Toni Kroos saat membela Real Madrid)

Gelandang Real Madrid, Toni Kroos, memang tidak mendukung Liga Super Eropa. Namun, gelandang asal Jerman ini lelah dengan banyaknya turnamen yang dimunculkan UEFA dan FIFA.

BACA JUGA: Hari Jumat, PSG Bisa Dinobatkan sebagai Juara Liga Champions 2020-2021

UEFA dan FIFA dalam pandangan Toni Kroos seakan menjadikan pemain sebagai sumber mereka mencari pundi-pundi uang. Salah satu turnamen tidak penting yang dikeluarkan UEFA adalah UEFA Nations League, turnamen yang disebut-sebut sebagai pengganti laga-laga persahabatan.

2. Uang

Bayern Munich

(Bayern Munich juara Liga Champions 2019-2020)

Uang yang dijanjikan Liga Super Eropa jauh lebih besar ketimbang uang yang diberikan UEFA kepada tim-tim peserta Liga Champions. Kampiun Liga Champions hanya menerima 120 juta euro atau sekira Rp2,09 triliun.

Nominal itu kalah jauh dari juara Liga Super Eropa yang mendapatkan 400 juta euro (Rp6,99 triliun). Uang yang didapatkan itu nantinya dapat berefek positif. Semisal untuk membangun infrastruktur klub, melanjutkan program CSR dan menyelamatkan tim dari kebangkrutan.

1. Laga Berkelas

Real Madrid

(Madrid dan Liverpool tampil di Liga Super Eropa)

Sebanyak 12 klub dipastikan ambil bagian di Liga Super Eropa. Mereka ialah AC Milan, Arsenal, Atletico Madrid, Chelsea, Barcelona, Inter Milan, Juventus, Liverpool, Manchester City, Manchester United, Real Madrid dan Tottenham Hotspur.

Nantinya, Liga Super Eropa diikuti 20 klub di setiap musimnya. Sebanyak 20 klub itu dibagi ke dalam dua grup, yang mana masing-masing grupnya berisikan 10 tim. Nantinya, 10 tim itu bertanding kandang dan tandang.

Tiga tim teratas dari masing-masing grup lolos otomatis ke perempatfinal Liga Super Eropa. Sementara itu, tim yang menduduki posisi empat dan lima akan melakoni babak playoff untuk mencari dua slot tersisa di perempatfinal Liga Super Eropa.

Kemudian, perempatfinal dan semifinal dilangsungkan dengan format kandang dan tandang. Barulah, partai puncak digelar satu laga, atau biasa dilangsungkan di tempat netral.

Secara kasat mata, mereka merupakan klub-klub nomor wahid di Eropa. Hal itu berbeda dengan Liga Champions, yang mana masih ada tim-tim kelas dua yang tampil di kompetisi tersebut.

Jadi, kesimpulannya penyelenggaraan Liga Super Eropa tak selalu buruk. Menarik menanti keputusan akhir yang diambil UEFA dan penyelenggara Liga Super Eropa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini