"Makanya saya pilih SSB Indonesia Muda. Saya berharapnya bisa gabung Persebaya karena kan IM tim internalnya Persebaya. Latihan dulu di lapangan Pacar Keling. Saya juga merasakan tanding di Karanggayam," imbuhnya.
Sayang dualisme yang menerpa Persebaya di tahun-tahun berikutnya memaksa Satria Tama untuk menentukan pilihan guna masa depannya. Akhirnya pilihan tempat untuk menimba ilmu jatuh pada WCP Akademi, Gresik.

"Setelah ada masalah internal saya pindah ke WCP, punya coach Widodo. Dari sana saya akhirnya mulai karir di Persegres. Gara-gara itu saya dikiranya orang Gresik, padahal ya aku arek Suroboyo," ungkap Satria.
Kini, setelah mimpinya terwujud, target berikutnya adalah membawa tim idolanya berprestasi. Satria ingin menorehkan cerita manis untuk Persebaya.
"Pastinya saya akan berikan yang terbaik untuk membawa Persebaya berprestasi. Saya ingin seperti idola saya, Hendro Kartiko, yang bisa bawa Persebaya juara," harapnya
(Ramdani Bur)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.