“Sementara Suning telah mengonfirmasi komitmen mereka untuk mendukung keuangan klub dengan atau tanpa dukungan eksternal tambahan,” bunyi keterangan resmi dari Suning Grup.
Menariknya, Suning Grup sendiri sebenarnya sedang mengalami masalah keuangan. Jadi, rasanya sulit melihat perusahaan asal China tersebut mampu membiayai semua keperluan Inter.
Sebab itulah Suning Grup pun mencari sponsor yang mau membantu mereka membangun Inter menjadi lebih baik di musim 2021-2022 mendatang. Suning pun menunjuk penasihat untuk mencari sponsor yang berada di Kawasan Asia.

“Suning menunjuk penasihat utama di Asia untuk bekerja dengan mereka untuk menemukan mitra yang sesuai (untuk dijadikan sponsor), baik dengan suntikan modal ekuitas atau lainnya. Pembicaraan dengan mitra potensial utama dalam hal ini tetap berlangsung,” tambah keterangan dari Suning.
Dalam laporan lainnya, disebutkan ada tiga perusahaan yang berpeluang menjadi sponsor utama Inter di musim depan. Ketiga perusahaan besar asal Asia itu adalah Evergrande, Hisensi, atau Samsung.
(Rachmat Fahzry)