Atalanta Frustrasi Dipaksa Bermain Bertahan saat Hadapi Real Madrid

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Kamis 25 Februari 2021 09:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 25 261 2367983 atalanta-frustrasi-dipaksa-bermain-bertahan-saat-hadapi-real-madrid-mnu7XGLjGS.jpg Isco yang dapat kawalan ketat dari pemain Atalanta. (Foto: UEFA)

BERGAMO – Atalanta gagal meraih kemenangan dari Real Madrid meski sudah bermain di kandang pada laga leg pertama 16 besar Liga Champions 2020-2021, Kamis (25/2/2021) dini hari WIB. Atalanta harus rela kalah 0-1 dari Madrid karena mereka memainkan jenis permainan yang bukan jati diri klub tersebut.

Seperti yang diketahui semenjak Atalanta ditangani oleh Gian Piero Gasperini, klub tersebut dikenal sebagai tim yang memiliki filosofi bermain menyerang.

Bahkan pada musim ini saja, Atalanta menjadi menjadi tim tersubur kedua di Liga Italia dengan mencetak total 53 gol. Atalanta hanya kalah dari Inter yang sudah membukukan 57 gol di Liga Italia 2020-2021.

Baca Juga: 5 Fakta Laga Atalanta vs Real Madrid di Leg I 16 Besar Liga Champions

Momen kartu merah Freuller di laga Atalanta vs Madrid

Dengan fakta tersebut sudah memperlihatkan bahwa Atalanta adalah tim yang bermain menyerang. Namun saat menghadapi Madrid, skuad asuhan Gasperini itu justru dipaksa bermain bertahan karena kondisi yang memang membuat mereka harus memainkan strategi tersebut.

Atalanta terpaksa bermain bertahan karena mereka kehilangan satu pemain, yakni Remo Freuler ketika laga baru memasuki menit 17. Hanya dengan bermain 10 pemain, Atalanta pada akhirnya kesulitan bermain menyerang dan terpaksa bertahan.

Gara-gara gaya bermain bertahan itu, banyak pemain Atalanta yang merasa frustrasi. Seperti Matteo Pessina dan Luis Muriel. Apalagi di babak kedua mereka harus bertahan total untuk setidaknya bisa mempertahankan skor 0-0.

Sayangnya, pada menit 86 Ferland Mendy mampu melesatkan tendangan geledek yang membuat gawang Atalanta akhirnya robek juga. Atalanta yang sudah susah payah itu gagal mempertahankan skor 0-0 di laga kandangnya tersebut.

Meski begitu, Pessina dan Muriel kompak yakin bahwa masih ada harapan Atalanta membalasnya di leg kedua. Pada leg kedua nanti di kandang Madrid, Atalanta pun tampaknya akan bermain menyerang total untuk mengejar ketertinggalan 0-1 tersebut.

Atalanta vs Real Madrid

“Ketika kami terlalu banyak melakukan pertahanan yang harus dilakukan, maka sulit untuk menyakiti (mencetak gol) usai istirahat. Namun, itu (0-1) hasil yang memungkinkan kami memiliki peluang di leg kedua nanti,” kata Muriel, seperti yang disadur dari laman resmi UEFA, Kamis (25/2/2021).

“Kami kecewa. Kami bertahan dengan baik, dan kami berhasil memberikan mereka sedikit ruang (untuk bergerak dan mencetak gol). Tapi mereka justru tetap bisa mencetak gol,” imbuh Pessina.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini