Kaleidoskop 2020: Panasnya Bursa Transfer, Mulai dari Gebrakan Chelsea Sampai Messi Hampir Pindah

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Jum'at 25 Desember 2020 11:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 25 51 2333720 kaleidoskop-2020-panasnya-bursa-transfer-mulai-dari-gebrakan-chelsea-sampai-messi-hampir-pindah-4zImMvht6I.jpg Chelsea belanja banyak pemain pada bursa transfer musim panas 2020. (Foto: Twitter/@ChelseaFC)

BURSA transfer musim panas 2020 sangat berbeda dari musim panas sebelum-sebelumnya. Hal itu karena dunia sedang dilanda wabah virus corona yang kemudian dikenal dengan Covid-19. Semua aspek kehidupan terdampak, termasuk dunia sepakbola.

Jendela transfer juga mengalami perubahan karena pandemi virus corona. Seharusnya, bursa transfer pemain di musim panas dimulai pada Juli dan berakhir pada September 2020.

Namun, Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) mengambil langkah demi meringankan klub-klub sepakbola di saat pandemi. FIFA memperpanjang bursa transfer pemain di musim panas hingga 5 Oktober 2020.

Selain berdampak ke bursa transfer, kompetisi liga top-top di Eropa juga harus ditangguhkan demi menekan penyebaran virus corona. Bahkan Liga Prancis dan Liga Belanda harus dihentikan lebih awal.

PSG

(PSG juara Liga Prancis 2019-2020 meski musim dihentikan lebih awal efek pandemi)

Dengan dihentikannya pertandingan, membuat sejumlah klub kehilangan pemasukan dari tiket penonton. Klub juga tidak menerima dana dari sponsor karena laga dihentikan sementara. Itu artinya, keuangan klub bermasalah.

Setelah berbagai pertimbangan, liga-liga di Eropa, seperti Liga Jerman, Italia, dan Inggris, kembali bergulir. Namun, penggemar mereka dilarang memasuki stadion untuk mendukung klub kebanggaan mereka. Hal itu membuat pemasukan klub dari tiket penonton belum ada. Namun, sejumlah klub tetap mendatangkan dan menjual pemain di bursa transfer musim panas 2020.

Klub Paling Boros

Chelsea

(Chelsea klub paling boros pada bursa transfer musim panas 2020)

Meski pandemi virus corona memorak-porandakan keuangan klub sepakbola, sejumlah klub tetap gembor mendatangkan pemain. Klub-klub Liga Inggris menjadi penyumbang terbanyak yang mengeluarkan uang untuk merekrut pemain baru.

Tak tanggung-tanggung, Leeds United yang diasuh Marcelo Bielsa ini menjadi klub terboros kelima yang mendatangkan pemain pada transfer musim panas 2020. Leeds United mengeluarkan dana mencapai 105,2 juta euro atau sekira Rp1,82 triliun untuk memperkuat skuadnya.

Uang di atas digunakan Leeds United untuk mendatangkan Rodrigo Moreno, Diego Llorente, Helder Costa hingga Raphinha. Rodrigo menjadi rekrutan termahal mereka dengan nilai transfer 30 juta euro (Rp519,8 miliar)

Juventus berada di posisi keempat, sebagai klub yang paling boros mendatangkan pemain. Bianconeri -julukan Juventus- mengeluarkan dana 110 juta euro (Rp1,9 triliun). Pemain termahal yang didatangkan oleh Juventus adalah Arthur Melo dari Barcelona dengan nilai transfer 72 juta euro (Rp1,24 triliun)

Kemudian Barcelona menempati posisi ketiga. Total pengeluaran Barcelona selama musim panas mencapai 124 juta euro (Rp2,1 triliun). Miralem Pjanic menjadi pemain termahal yang mereka datangkan dari Juventus dengan nilai transfer 60 juta euro (Rp1,04 triliun).

Posisi kedua kembali menjadi klub Inggris, Manchester City. Klub asuhan Pep Guardiola itu tercatat mengeluarkan dana mencapai 156,8 juta euro atau setara Rp2,71 triliun.

Pemain termahal yang mereka beli adalah seorang bek tengah, Ruben Dias yang didatangkan dari Benfica. Manajemen Man City merekrut Dias dengan nilai transfer 68 juta euro atau setara Rp1,1 triliun.

Di posisi pertama, raksasa Inggris lainnya, Chelsea yang menjadi terboros mengeluarkan uang selama musim panas. Chelsea menggelontorkan dana untuk membeli pemain mencapai 247,2 juta euro (Rp4,28 triliun)

Chelsea membawa tujuh pemain baru ke Stamford Bridge. Mereka adalah Kai Havertz, Timo Werner, Ben Chilwell, Hakim Ziyech, Edouard Mendy. Gelandang asal Jerman, Havertz menjadi pemain termahal dengan mahar 80 juta euro (Rp1,38 triliun).

Kai Havertz

(Kai Havertz, pemain termahal pada bursa transfer musim panas 2020)

Skuad asuhan Frank Lampard juga mendatangkan Malang Sarr dan Thiago Silva. Namun, kedua pemain itu diperoleh dengan status bebas transfer.

Deretan Pemain Termahal

Infografis Klub Boros

Sederet klub rela mengeluarkan dana besar untuk mendatangkan pemain pada bursa transfer musim panas 2020. Barcelona, misalnya.

Blaugrana —julukan Barcelona—mengeluarkan 60 juta euro demi mendapatkan gelandang Miralem Pjanic. Pemain 30 tahun didapat Barcelona dari Juventus.

Sedangkan Man City memecahkan rekor transfer sendiri. The Citizens merekrut Ruben Dias dari Benfica dengan Nilai transfer 68 juta euro. Nilai itu menjadi terbesar yang pernah dikeluarkan Man City untuk mendapatkan seorang bek tengah.

Sementara klub Italia, Napoli mendapatkan Victor Osimhen dari Lill dengan nilai transfer 70 juta euro (Rp1,21 triliun). Osimhen menjadi pemain termahal yang pernah mereka rekrut. Usianya yang baru 21 tahun membuat Napoli tak ragu merekrut striker asal Nigeria ini.

Sedangkan Arthur Melo menjadi pemain termahal yang dilepas Barcelona ke Juventus dengan nilai transfer 72 juta euro. Kemudian, pemain termahal di bursa transfer musim panas menjadi milik Kai Havertz. Pemain eks Bayer Leverkusen ini dibeli Chelsea dengan nilai transfer 80 juta euro.

Kai Havertz selama membela Leverkusen memang tampil apik. Pemain berusia 21 tahun ini mencetak 46 gol dan memberi 31 asistensi dari 150 penampilannya bersama klub Jerman tersebut.

Lionel Messi Bikin Geger

Lionel Messi

Menjelang penutupan bursa transfer musim panas 2020, megabintang milik Barcelona, Lionel Messi membuat geger. Dia menyatakan keinginannya berganti seragam, setelah 20 tahun lamanya membela Barcelona.

Usut punya usut, ikon sepakbola Argentina itu kesal dengan visi dan kebijakan Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu (kini telah mundur dari presiden Barcelona). Messi menilai Bartomeu kerap mendatangkan pemain yang tak mengangkat performa Barcelona.

Messi tak main-main ingin hengkang dari Camp Nou. Dia sudah mengirimkan faks kepada klubnya yang menyatakan keinginannya pergi dari Barcelona. Apalagi, Barcelona sudah menjual sahabatnya, Luis Suarez ke Atletico Madrid.

Di tengah isu kepindahan Messi, nama Manchester City menjadi klub yang berpotensi menjadi pelabuhan Messi selanjutnya. Faktor Pep Guardiola dan Sergio Aguero jadi kunci. Guardiola merupakan pelatih yang meningkatkan performa Messi selama di Barcelona. Sementara Aguero adalah sabahat Messi, keduanya berasal dari Argentina dan bermain di Timna.

Hanya saja, Messi urung pindah dari Barcelona. Bukan dia tidak mau. Nilai klausul pelepasan sebesar 700 juta atau setara 12 triliun menjadi penyebabnya.

Dengan terpaksa Messi bertahan di Barcelona. Namun, kontrak Messi di Barcelona akan berakhir pada Juni 2021. Itu artinya, Messi bisa melakukan negosiasi dengan klub manapun pada Januari 2021 untuk kemudian pindah secara gratis pada musim panas 2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini