Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kaleidoskop 2020: Penantian 30 Tahun Liverpool Juara Liga Inggris Berakhir

Andika Pratama , Jurnalis-Rabu, 23 Desember 2020 |09:01 WIB
Kaleidoskop 2020: Penantian 30 Tahun Liverpool Juara Liga Inggris Berakhir
Liverpool juara Liga Inggris 2019-2020. (Foto: Twitter/@LFC)
A
A
A

Kebangkitan Liverpool di Liga Inggris

Jurgen Klopp

(Jurgen Klopp ubah peruntungan Liverpool)

Klopp datang ke Liverpool pada Oktober 2015, atau ketika Liga Inggris 2015-2016 baru berlangsung seperempat jalan. Karena itu, dia harus berjuang dengan skuad warisan Rodgers. Pemain warisan Rodgers yang menjadi andalan Klopp, adalah Coutinho, Jordan Henderson, dan Roberto Firmino.

Klopp membuat Liverpool bermain dengan sepakbola heavy metal alanya sehingga membuat publik Inggris terpukau. Akan tetapi, Klopp tidak mampu membawa Liverpool berbicara banyak pada musim tersebut.

The Reds hanya mampu finis di posisi kedelapan dengan koleksi 60 poin. Sementara itu, Leicester City keluar sebagai juara Liga Inggris setelah mengumpulkan 81 poin.

Liverpool berpeluang meraih trofi Piala Liga Inggris dan Liga Eropa musim itu, tetapi gagal. The Reds kalah dari Man City dalam babak adu penalti di final Piala Liga Inggris dan takluk 1-3 dari Sevilla di final Liga Eropa.

Setelah kegagalan itu, Klopp mulai membangun Liverpool versinya pada musim panas 2016. Salah satu pemain penting yang direkrut Klopp adalah Sadio Mane dari Southampton. Mane, Coutinho, Henderson, dan Firmino menjadi inti permainan Liverpool.

The Reds kembali menunjukkan sepakbola heavy metal di Liga Inggris 2016-2017. Permainan Liverpool dipuji banyak pengamat sepakbola Inggris, tetapi ada kekurangan dalam gaya main The Reds.

Pertahanan Liverpool tidak sehebat serangan mereka. Kekurangan itu membuat Liverpool cuma mampu finis di posisi keempat dengan koleksi 76 poin.

Klopp berusaha memperkukuh pertahanan Liverpool sebelum musim 2017-2018 dimulai. Klopp berniat merekrut kapten Southampton, Virgil van Dijk, pada musim panas 2017, tetapi gagal. Meski begitu, Liverpool mendapatkan tanda tangan Mohamed Salah dari AS Roma.

Salah adalah pembelian terpenting Liverpool pada musim panas 2017. Kedatangan Salah membuat Klopp memiliki trio mematikan di lini depan Liverpool yang diisi Firmino, Mane, dan Salah. Trio itu terkenal dengan sebutan Firmansah (Firmino, Mane, dan Salah).

Namun, pertahanan Liverpool masih rapuh sehingga kerap kehilangan poin meski mencetak banyak gol. Klopp pun kembali meminta Liverpool untuk membeli Van Dijk pada musim dingin 2018.

Permintaan Klopp pun diwujudkan sehingga pertahanan Liverpool membaik karena kedatangan pemain asal Belanda itu. Sayangnya, Liverpool hanya finis keempat dengan koleksi 74 poin pada musim tersebut.

The Reds berniat membalas kegagalan di Liga Inggris dengan menjuarai Liga Champions. Akan tetapi, Liverpool kembali gagal karena kalah 1-3 dari Real Madrid di partai puncak. Alhasil, tiga setengah tahun era Klopp di Liverpool berakhir tanpa trofi.

Kegagalan ternyata tidak membuat performa Liverpool menurun pada musim berikutnya. The Reds menjadi lebih kuat di Liga Inggris 2018-2019 setelah kedatangan Alisson Becker dari Roma. Keberadaan Alisson di bawah mistar gawang Liverpool membuat pertahanan mereka menjadi sangat kukuh.

Liverpool pun bersaing ketat dengan Manchester City dalam perebutan gelar juara Liga Inggris, seperti era Rodgers lima musim silam. Sayangnya, Liverpool pun mengukir hasil serupa era Rodgers pada musim tersebut. The Reds gagal menjuarai Liga Inggris karena berselisih satu poin dari Man City (98 poin) pada pekan terakhir.

Meski begitu, Liverpool mendapatkan trofi Liga Champions sebagai pelipur lara. Trofi Liga Champions membuat Liverpool memiliki mental juara sehingga lebih siap untuk berkompetisi pada musim 2019-2020.

Kronologi Liverpool Juara Liga Inggris 2019-2020

Liverpool

Liverpool mengawali Liga Inggris 2019-2020 dengan mengukir delapan kemenangan beruntun. Rentetan apik Liverpool terhenti saat meraih hasil imbang 1-1 di kandang Manchester United, Old Trafford.

Setelah itu, Jordan Henderson dan kawan-kawan bangkit dengan mengukir 18 kemenangan beruntun sehingga mereka pun kukuh di puncak klasemen sementara dengan koleksi 79 poin.

Liverpool sayangnya gagal mempertahankan rekor tidak terkalahkan mereka karena kalah 0-3 dari di kandang Watford, Vicarage Road. Meski begitu, Liverpool mampu bangkit dengan mengalahkan Bournemouth 2-1 sehingga cuma butuh dua kemenangan lagi untuk mengklaim gelar juara.

Namun, perjuangan Liverpool terhenti sementara waktu karena pandemi virus corona (Covid-19). Saat kompetisi ditanngguhkan, banyak kabar beredar soal kelanjutan Liga Inggris.

Kabar terburuk adalah Liga Inggris dibatalkan sehingga Liverpool tidak akan menjadi juara. Akan tetapi, hal itu tidak terjadi dan Liga Inggris kembali dilanjutkan pada akhir Juni silam.

Ketika kompetisi berlangsung, performa Liverpool sedikit menurun sehingga hanya meraih empat poin dari dua pertandingan. Alhasil, The Reds butuh dua poin lagi untuk resmi menjadi juara.

Liverpool pun harus menunggu hasil pertandingan Man City di kandang Chelsea, Stamford Bridge. Jika Man City kalah, Liverpool meraih trofi Liga Inggris ke-19 mereka.

Skenario itu pun terjadi. The Citizens –julukan Man City– kalah 1-2 oleh Chelsea sehingga Liverpool pun resmi menjuarai Liga Inggris musim lalu. Liverpool meraih trofi Liga Inggris pertama mereka setelah kompetisi berubah format pada musim 1992-1993.

Setelah menjadi juara, performa Liverpool sedikit menurun dalam tujuh pertandingan terakhir Liga Inggris. Liverpool mencatatkan empat kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan.

Liverpool pun gagal memecahkan rekor poin Man City dalam satu musim Liga Inggris. The Reds mengoleksi 98 poin unggul 18 angka dari Man City di posisi kedua. Selain menjuarai Liga Inggris, Liverpool juga meraih trofi Piala Super Eropa dan Piala Dunia Klub pada musim lalu.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement