Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kaleidoskop 2020: Penantian 30 Tahun Liverpool Juara Liga Inggris Berakhir

Andika Pratama , Jurnalis-Rabu, 23 Desember 2020 |09:01 WIB
Kaleidoskop 2020: Penantian 30 Tahun Liverpool Juara Liga Inggris Berakhir
Liverpool juara Liga Inggris 2019-2020. (Foto: Twitter/@LFC)
A
A
A

LIVERPOOL kembali ke takhtanya di Liga Inggris dengan menjadi juara pada musim 2019-2020. The Reds –julukan Liverpool– tampil dominan sejak awal musim lalu sehingga mampu keluar sebagai tim terbaik.

Liverpool menjuarai Liga Inggris dengan koleksi 99 poin. Jordan Henderson dan kawan-kawan unggul 18 poin dari Manchester City yang finis kedua. Liverpool pun mengakhiri dahaga mereka yang tidak pernah menjuarai Liga Inggris dalam 30 tahun terakhir.

Liverpool

(Liverpool juara Liga Inggris 2019-2020)

Selain itu, Liverpool pun sukses balas dendam kepada Man City. Liverpool seharusnya bisa menyudahi penantian mereka di Liga Inggris setahun lebih cepat jika tidak gagal pada musim sebelumnya. Liverpool gagal menjadi juara karena berselisih satu poin dari Man City (98 poin) di klasemen akhir.

Meski begitu, hal terpenting adalah penantian Liverpool telah berakhir. Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, pun sangat senang atas keberhasilan timnya menjuarai Liga Inggris. Klopp tahu betapa berartinya trofi Liga Inggris untuk klub dan para penggemar.

“Ini adalah pencapaian yang luar biasa oleh para pemain saya, dan itu adalah sukacita besar bagi saya untuk melatih mereka. Saya mungkin tidak menunggu selama 30 tahun, tetapi saya telah berada di sini selama empat setengah tahun,” ujar Klopp kepada Sky Sports.

Kejayaan dan Keterpurukan Liverpool di Liga Inggris

Infografis Liverpool

Liverpool adalah salah satu klub besar di Inggris. Sejak berdiri pada 3 Juni 1892 silam, The Reds telah mengalami banyak hal. Liverpool pernah berjaya dan terpuruk selama tampil di sepakbola Inggris.

Liverpool berjaya pada era 1960-an, 1970-an, dan 1980-an. Ada empat pelatih yang membangun kejayaan Liverpool pada saat itu, yaitu Bill Shankly (1959-1974), Bob Paisley (1974-1983), dan Sir Kenny Dalglish (1985-1991).

Liverpool meraih 13 trofi Divisi Pertama Inggris bersama ketiga pelatih itu. Total The Reds mengoleksi 18 gelar juara sehingga meraka pun disebut sebagai rajanya kompetisi tertinggi Inggris.

Liverpool terakhir kali menjadi juara Divisi Pertama Inggris pada musim 1989-1990 saat dilatih Dalglish. Liverpool menyegel gelar dengan koleksi 79 poin setelah mencatatkan 23 kemenangan, 10 hasil imbang dan 5 kekalahan dalam 38 pertandingan. The Reds unggul sembilan poin dari Aston Villa di posisi kedua.

Kenny Dalglish

(Legenda Liverpool, Kenny Dalglish)

Namun, Liverpool gagal mempertahankan gelar meski memulai musim dengan baik. Dalglish, yang masih menjadi pelatih, bahkan mengundurkan diri karena penurunan performa Liverpool.

The Reds akhirnya harus puas finis kedua dengan koleksi 76 poin. Liverpool tertinggal sembilan poin dari Arsenal yang meraih gelar juara ke-10 mereka di kompetisi tertinggi Inggris.

Setelah kegagalan itu, Liverpool memulai masa kelamnya. Ketika Divisi Pertama Inggris berubah nama menjadi Liga Inggris pada musim 1992-1993, ada harapan untuk Liverpool kembali berjaya setelah gagal dalam dua musim terakhir, tetapi itu tidak terjadi.

The Reds mulai kesulitan untuk bersaing dalam perburuan gelar juara Liga Inggris. Saat Liverpool terpuruk, Manchester United dan Arsenal mencuat ke permukaan dengan performa impresif.

Sejak terakhir kali menjadi juara Divisi Pertama Inggris, kesempatan Liverpool untuk merebut takhta mereka kembali hadir pada musim 2001-2002. Liverpool, yang saat itu dilatih Gerard Houllier, bersaing ketat dengan Arsenal.

Michael Owen

(Michael Owen hampir bawa Liverpool juara Liga Inggris 2001-2002)

Liverpool memiliki skuad yang cukup berkualitas dengan dua pemain muda berbakat, Michael Owen dan Steven Gerrard. Akan tetapi, Liverpool hanya finis kedua karena berselisih tujuh poin dari Arsenal (87 poin) yang keluar sebagai juara.

Selang tujuh musim setelah kegagalan itu, Liverpool kembali bersaing untuk memperebutkan trofi Liga Inggris. Liverpool-nya Rafael Benitez bersaing ketat dengan rival abadi mereka, Man United, pada musim 2008-2009.

Saat itu, The Reds diperkuat nama-nama besar, seperti Gerrard, Fernando Torres, Xabi Alonso, dan Javier Mascherano. Kombinasi Gerrard dan Torres menjadi andalan Liverpool untuk mencetak gol dan memenangkan pertandingan.

Liverpool bahkan mmapu menekuk Man United dalam partai kandang dan tandang. Liverpool menang tipis 2-1 di Anfield Stadium, lalu menang besar 4-1 di kandang Man United, Old Trafford. Hal itu memperbesar peluang Liverpool untuk menjadi juara.

Namun, itu belum cukup untuk mengantarkan Liverpool kembali ke takhta mereka. Liverpool finis kedua di belakang juara Liga Inggris musim itu, Man United. Liverpool hanya mampu mengoleksi 86 poin tertinggal empat angka dari The Red Devils –julukan Man United.

Setelah kegagalan tersebut, Liverpool kembali menjadi penonton di Liga Inggris selama empat musim. The Reds bangkit di kancah persepakbolaan Inggris pada musim 2013-2014. Brendan Rodgers, yang tengah menjalani musim keduanya bersama Liverpool, mampu membuat The Reds bermain atraktif dan agresif.

Liverpool-nya Rodgers mengandalkan Gerrard, Luis Suarez, Daniel Sturridge, Raheem Sterling, dan Philippe Coutinho. Liverpool sangat tajam pada musim itu karena duet Suarez dan Sturridge. Selain mereka, kemampuan Sterling serta kreativitas Coutinho membuat lini depan Liverpool semakin menakutkan.

Pesaing Liverpool saat itu adalah tim dari Kota Manchester, Man City. Liverpool dan Man City bersaing hingga pekan terakhir, tetapi The Reds harus puas duduk di tempat kedua.

Liverpool gagal menjadi juara karena terpeleset pada momen krusial, yaitu saat kalah 0-2 dari Chelsea di Anfield pada pekan ke-36. Gol pertama Chelsea, yang dibuat Demba Ba, adalah buah dari kesalahan Gerrard yang terpeleset saat mengontrol bola. Lalu, gol Willian Borges memastikan kekalahan Liverpool.

Man City menjadi juara Liga Inggris dengan koleksi 86 poin unggul dua angka dari Liverpool. Sejak kegagalan itu, performa Liverpool menurun pada musim 2014-2015. Hal itu disebabkan Liverpool kehilangan pemain kuncinya, Suarez, yang pindah ke Barcelona pada bursa transfer musim panas 2015.

Luis Suarez

(Luis Suarez dan Gerrard, andalan Liverpool di Liga Inggris 2013-2014)

Penurunan performa Liverpool berlanjut hingga awal musim 2015-2016. Hal itu dikarenakan The Reds kembali kehilangan pemain-pemain pentingnya, yaitu Gerrard dan Sterling.

Rodgers tidak mampu mengangkat performa Liverpool sehingga dipecat pada 4 Oktober 2015. Setelah memecat Rodgers, Liverpool bergerak cepat dengan merekrut mantan juru taktik Borussia Dortmund, Jurgen Klopp, pada 8 Oktober 2015.

Klopp datang dengan prestasi cukup mentereng di Dortmund. Pelatih asal Jerman itu mengantarkan Dortmund meraih lima trofi domestik Jerman. Kedatangan Klopp menjadi awal kebangkitan Liverpool di Liga Inggris.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement