Dugaan Malpraktik, Penyidik Geledah Kantor Dokter Diego Maradona

Agregasi VOA, Jurnalis · Selasa 01 Desember 2020 06:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 01 51 2319196 dugaan-malpraktik-penyidik-geledah-kantor-dokter-diego-maradona-RPAyDzp1SU.JPG Mural bergambar wajah Diego Maradona (Foto: Reuters/Ricardo Moraes)

BUENOS AIRES - Kepolisan Argentina menggeledah kantor milik salah satu dokter yang menangani Diego Maradona di rumah sakit pada Minggu 29 November 2020 sore waktu setempat. Pihak penyidik menyita dokumen medis sebagai bagian dari penyelidikan atas meninggalnya sang legenda sepakbola. 

Pakar neurologi Leopoldo Luque mengatakan kepada para wartawan usai penggeledahan Minggu 29 November 2020, bahwa dia telah memberi para penyelidik semua dokumen perawatan Maradona, serta komputer, piranti keras dan ponsel.

Sambil sesekali menangis, dia membela perawatannya terhadap bintang sepak bola itu, yang meninggal dunia pada Rabu 25 November 2020 karena serangan jantung pasca bedah otak pada 3 November.

Baca juga: Selebrasi Messi untuk Maradona Langgar Aturan, Barcelona Bakal Didenda Rp50,9 Juta

Diego Maradona meninggal dunia pada Kamis 26 November 2020 tengah malam WIB (Foto: Reuters)

"Saya tahu apa yang saya lakukan. Saya tahu bagaimana melakukannya. ... Saya sangat yakin bahwa saya melakukan yang terbaik bagi Diego, semampu saya."

Luque mengatakan dia bukan dokter kepala yang menangani Maradona, tapi bagian dari sebuah tim medis.

Para penyelidik telah mulai meminta pernyataan dari keluarga Maradona, menurut pernyataan kantor kejaksaan San Isidro, yang mengawasi penyelidikan atas penanganan medis yang diterima Maradona sebelum kematiannya.

Maradona telah menderita sejumlah masalah kesehatan, sebagian akibat penyalahgunaan narkoba dan alkohol. Dia dilaporkan hampir meninggal pada 2000 dan 2004. Luque mengatakan Maradona adalah seorang pasien yang sulit dan pernah mengusir dokter itu dari rumahnya beberapa kali.

"Diego melakukan apa yang ia mau. Diego perlu bantuan. Tidak ada jalan untuk meyakinkannya," kata Luque. 

(mrh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini