Penyidik Ungkap Diego Maradona Tidak Mendapat Perawatan yang Semestinya

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Senin 07 Desember 2020 06:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 07 51 2322860 penyidik-ungkap-diego-maradona-tidak-mendapat-perawatan-yang-semestinya-YCVCgoBB1R.JPG Diego Maradona tidak mendapat perawatan yang semestinya (Foto: Reuters/Agustin Marcarian)

SAN ISIDRO – Sebuah fakta mengejutkan diungkap Kantor Kejaksaan San Isidro terkait kematian Diego Armando Maradona. Berdasarkan hasil penyelidikan, Diego Maradona tidak mendapatkan perawatan yang tepat. Ia bahkan tidak mendapat obat yang pas untuk penyakit jantung yang diderita.

Seperti diketahui, Diego Armando Maradona meninggal dunia pada Kamis 26 November tengah malam WIB. Legenda sepakbola asal Argentina itu tutup usia akibat serangan jantung, di kediaman pribadinya. Sebelumnya, Maradona diketahui menjalani perawatan akibat pembekuan darah di otaknya sejak awal November 2020.

Kepergian Diego Armando Maradona meninggalkan kesedihan luar biasa bagi masyarakat Argentina. Namun, cerita tidak berhenti sampai di sana. Otoritas setempat menduga ada yang tidak beres sehingga El Pibe de Oro meninggal dunia.

Baca juga: Resmi, Markas Napoli Berganti Nama Jadi Stadio Diego Armando Maradona

Peti jenazah Diego Maradona (Foto: Reuters/Agustin Marcarian)

Hal itu kemudian terungkap dalam fakta yang dibeberkan Kejaksaan San Isidro, Buenos Aires. Dalam laporannya, mereka menuding dokter pribadi Diego Maradona, Leopoldo Luque, tidak memberikan perawatan yang memadai terhadap pasien.

Infografis Diego Maradona

“Tidak ada yang memperhatikan keadaan pasien. Kami dihadapkan pada fakta perilaku bersalah dokter dalam kasus pengabaian yang serius. Pasien tidak dimonitor dalam pengawasan medis berkelanjutan seperti yang diperlukan dalam kondisi seperti itu,” bunyi laporan tersebut, dikutip dari Football Italia, Seni (7/12/2020).

“Pasien bahkan tidak diberi obat untuk penyakit jantung yang dideritanya. Tanpa keraguan, ini adalah kesalahan Dokter Leopoldo Luque. Dia mengoordinasikan perawatan di rumah yang kurang baik dan sama sekali tidak terorganisir. Pasien sepertinya mempercayai sang dokter begitu saja,” imbuh pernyataan itu.

 

Menurut La Republicca, pihak penyidik yakin Luque termasuk dalam tim dokter yang melakukan tindakan operasi bedah otak Diego Maradona, sekira 20 hari sebelum kematiannya. Namun, Dokter Leopoldo Luque tidak secara langsung turun tangan dalam operasi bedah.

Dalam temuannya, pihak penyidik mengakui Diego Maradona adalah pasien yang sulit ditangani. Namun, mereka menegaskan tim dokter seharusnya tetap kukuh pada pendirian dan merawat pasien sesuai prosedur, sekali pun bertentangan dengan keinginan Diego Maradona.

Ribuan orang mengiringi mobil jenazah (Foto: Reuters)

Belum diketahui langkah hukum lanjutan apa yang akan menimpa Dokter Leopoldo Luque. Jika terbukti bersalah, bisa saja pria berkebangsaan Argentina itu akan mendekam di penjara guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Yang pasti, duka atas kepergian Diego Armando Maradona sulit dihapus begitu saja dari benak masyarakat Argentina. Hal itu cukup wajar mengingat El Bicho sudah memberikan sebuah prestasi tertinggi di kancah sepakbola, yakni juara Piala Dunia 1986.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini