Catenaccio, Gaya Bermain Bertahan yang Mulai Dilupakan di Era Sepakbola Modern

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Kamis 19 November 2020 16:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 19 51 2312495 catenaccio-gaya-bermain-bertahan-yang-mulai-dilupakan-di-era-sepakbola-modern-tgoMH0dc9C.jpg Italia vs Spanyol kerap kali disebut sebagai laga pembuktian taktik mana yang terbaik antara catenaccio dan tika-taka. (Foto: BleacherReport)

DALAM dunia sepakbola, ada berbagai macam taktik atau gaya bermain yang dianut oleh sebuah tim. Biasanya sang pelatih memiliki peranan yang penting dalam menciptakan gaya bermain dalam satu klub tersebut.

Dari berbagai taktik permainan saat ini, maka gaya bermain catenaccio mungkin sudah sangat jarang diperlihatkan oleh suatu tim. Banyak yang menganggap taktik permainan catenaccio sudah dilupakan di era sepakbola modern karena pada era sekarang bermain terlalu bertahan kerap kali dicap sebagai negative football.

Lantas apa sebenarnya taktik catenaccio itu? Dalam bahasa Italia, catenaccio berarti kunci. Namun, pada hakikatnya catenaccio adalah suatu gaya bermain yang mengutamakan pertahanan sebagai dasar dari permainan suatu tim.

Jadi, filosofi taktik catenaccio adalah membuat pertahanan sekuat mungkin sampai tim lawan kesulitan untuk mencetak gol. Pertahanan yang kukuh menjadi pondasi utama dalam membangun strategi tersebut.

Baca Juga: Mengenal Tiki-Taka, Gaya Permainan Andalan Barcelona

Timnas Italia kerap kali menjadi tim yang sering menerapkan permainan catenaccio

Akan tetapi, gaya permainan catenaccio tak melulu soal pertahanan. Taktik permainan tersebut juga memiliki gaya menyerang yang mematikan dengan cara memanfaatkan serangan balik.

Dalam permainan catenaccio, ada peran libero yang bertugas menjadi seorang sweeper. Ada juga fullback yang bertugas untuk membantu penyerangan. Jadi, jangan heran jika para pemain fullback pengguna taktik catenaccio kerap kali overlapping.

Gaya permainan catenaccio terbaik mungkin adalah yang diterapkan Inter Milan pada era 60-an. Pada saat itu, Inter yang dilatih oleh juru taktik asal Argentina, Helenio Herrera, mampu memperkenalkan gaya permainan catenaccio ke dunia.

Karena pertama kali populer di Inter, maka tak heran jika strategi permainan catenaccio identik dengan sepakbola Italia. Apalagi, Italia memang dikenal sebagai negara yang memiliki gaya bermain terbaik terbaik dan segudang pemain hebat dalam lini pertahanan.

Akan tetapi, kini jarang ada tim yang menerapkan strategi permainan catenaccio di era sepakbola modern yang dituntut bermain cepat. Banyak yang merasa permainan catenaccio yang mementingkan bertahan dan memanfaatkan serangan balik itu tak menghibur dan membosankan.

Alhasil, permainan catenaccio pun perlahan mulai hilang pada era 1970-an sampai 1980-an. Kala itu, penikmat sepakbola lebih menyukai gaya permainan cepat total football yang diterapkan oleh orang-orang Belanda.

Lalu apakah saat ini gaya permainan catenaccio benar-benar hilang dari dunia sepakbola? Jawabannya tentu tidak. Beberapa tim kerap kali masih menggunakan gaya bermain bertahan tersebut dalam suatu pertandingan.

Jadi, catenaccio di era sepakbola modern ini bukanlah dijadikan sebagai strategi utama suatu tim, melainkan hanya taktik yang dipakai untuk menghadapi suatu pertandingan yang mereka memang butuh untuk bertahan.

Seperti halnya yang terjadi pada Inter Milan asuhan Jose Mourinho pada semifinal Liga Champions 2009-2010. Pada saat itu, Mourinho menerapkan permainan bertahan total di leg kedua melawan Barcelona karena pada leg pertamanya mereka sudah unggil 3-1.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini