Mengenal Tiki-Taka, Gaya Permainan Andalan Barcelona

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Kamis 19 November 2020 15:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 19 51 2312452 mengenal-tiki-tika-gaya-permainan-andalan-barcelona-PqdqtTNXxO.jpg Guardiola dan Messi saat masih bekerja sama di Barcelona. (Foto: Twitter/LaLiga)

BARCELONA – Tiki-taka adalah salah satu gaya bermain di dunia sepakbola. Gaya permainan itu pertama kali dipopulerkan oleh Josep Guardiola saat masih menangani Barcelona pada 2008 sampai 2012 silam.

Akan tetapi, tiki-taka ala Guardiola sebenarnya hanya menyempurnakan gaya permainan total football ala Frank Rijkaard yang juga dulunya adalah pelatih Barcelona. Taktik bermain total football pun disebutkan berawal dari ide permainan Johan Cruyff saat menangani Blaugrana.

Jadi, bisa dikatakan taktik tiki-taka lahir dan besar di Barcelona. Namun, penyempurnaannya terjadi di era Guardiola pada musim 2009-2010, di mana Barcelona kala itu berhasil menyabet semua kejuaraan dan meraih gelar treble winners.

Baca Juga: Ini Dia Tugas Agen Pemain Sepakbola yang Kerap Raup Banyak Uang

Barcelona menjadi tim yang mempopulerkan gaya permainan tiki-taka

Lantas, apa sih sebenarnya gaya permainan tika-taka tersebut? Jawaban sederhanannya mungkin adalah bermain dengan memanfaatkan umpan-umpan pendek serta menguasai bola selama mungkin ketika berada di lapangan.

Klub yang memainkan taktik tiki-taka akan selalu berusaha mengutamakan umpan-umpan pendek, jadi tak heran jika antara pemain satu dengan pemain lainnya selalu berdekatan. Biasanya, para pemain akan membentuk sebuah formasi segitiga di dekat pemain yang memegang bola.

Tujuan dibentuknya segitiga itu agar sang pemegang bola memiliki dua opsi untuk memberikan umpan ketika akan mengoper bola. Tentunya sang pemegang bola harus diberikan opsi karena ia tak boleh cukup lama membawa bola.

Sebab dalam formasi tiki-taka, pesepakbola diharapkan tak boleh terlalu lama menguasai bola. Karena dibutuhkan kecepatan dan akurasi dalam melakukan umpan pendek, tugas pemain yang tak memegang bola pun juga tak kalah penting.

Mereka yang tak memegang bola harus mencari ruang agar sang penguasan bola bisa memberikan umpan. Jadi, tak heran jika pada saat Barcelona bermain, para penikmat sepakbola akan disuguhkan permainan yang cepat dan umpan-umpan pendek yang sangat terukur.

Permainan cepat itu pun tak hanya dilakukan saat tim sedang menguasai bola, namun juga ketika tim lawan yang memegang bola. Dalam permainan tiki-taka, pemain juga harus menekan tim lawan yang sedang menguasai bola.

Josep Guardiola

Karena pada hakikatnya, permainan tiki-taka adalah menguasai bola selama mungkin dari pihak lawan. Jadi, jangang kaget jika tim yang menganut formasi tiki-taka memiliki persentase penguasaan bola yang sangat besar dalam suatu pertandingan.

Gaya permainan tiki-taka jika dilakukan sesempurnakan mungkin maka bisa menjadi senjata yang mematikan. Hal itu sudah terbukti dengan kehebatan Barcelona di era Josep Guardiola, di mana berbagai gelar juara mampu dikuasai oleh klub tersebut.

Sayangnya, kini permainan tiki-taka ala Guardiola itu sudah mulai menghilang di Barcelona. Tak adanya Guadiola dan sejumlah pemain yang menjadi otak permainan tiki-taka seperti Andres Iniesta dan Xavi Hernandes membuat Barcelona kesulitan mempertahankan gaya bermain tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini