Scaloni Ikut Kesal Gol Lionel Messi di Laga Argentina vs Paraguay Dianulir

Bagas Abdiel, Jurnalis · Jum'at 13 November 2020 11:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 13 51 2308933 scaloni-ikut-kesal-gol-lionel-messi-di-laga-argentina-vs-paraguay-dianulir-S9JuuhDL6d.jpg Lionel Messi (Foto: Reuters)

BUENOS ARIES – Pelatih Tim Nasional (Timnas) Argentina, Lionel Scaloni, ikut merasa kesal dengan dianulirnya gol Lionel Messi saat timnya menjamu Paraguay. Ia menilai ada yang ganjil ketika wasit terutama VAR menyatakan gol Messi tidak sah.

Pada laga yang berlangsung di Estadio Alberto Jose Armando, Jumat (13/11/2020) dini hari WIB, Argentina harus puas bermain imbang 1-1 kontra Paraguay. Padahal pada laga tersebut, Argentina bisa saja meraih kemenangan andai gol Messi tidak dianulir.

Argentina vs Paraguay

Messi sendiri berhasil mengoyak jala Paraguay pada menit 58 ketika kedudukan sudah imbang 1-1. Sontak gol Messi tersebut diantusias karena Argentina berhasil membalikkan kedudukan. Akan tetapi, lewat peninjauan VAR, gol Messi tidak dianggap.

Pasalnya sebelum Messi menjebol gawang Paraguay, ada pemain Argentina, Nicolas Dominguez melakukan pelanggaran terhadap Angel Romero. Karena itu, gol Messi dianulir.

Baca juga Gol Lionel Messi Dianulir, Laga Argentina vs Paraguay Berakhir 1-1 

Hal ini kemudian menimbulkan kekesalan, terutama bagi Scaloni. Meski tak mengungkapkannya secara tersurat, tetapi ia merasa kecewa dengan keputusan VAR tersebut.

“Anda harus mencoba menyatukan masalah VAR, karena ada drama di mana saya bisa berakting dan mungkin akan bagus untuk menyamakan kriteria,” ungkap Scaloni, mengutip dari laman resmi Timnas Argentina, Jumat (13/11/2020).

Lebih lanjut, Scaloni juga ikut mengomentari performa anak asuhnya pada laga kontra Paraguay. Paraguay berhasil membuka keunggulan terlebih dahulu pada menit 21 lewat gol penalti Romero dan Argentina menyamakan kedudukan pada menit 41 lewat Nicolas Gonzalez.

“Pada 15 menit pertama tim tidak masuk dengan baik. Setelah penalti, saya pikir itu semua miliki kami,” sambungnya.

“Tim bereaksi, menciptakan situasi, melakukan apa yang harus dilakukan, tetapi kami mendapatkan hasil imbang,” lanjutnya.

“Babak kedua adalah miliki kami dan saya pikir selain fakta bahwa kami gagal menang, kami harus menghargai banyak hal dengan baik,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini