Indra Sjafri Dorong Pemain Indonesia Berkarier di Eropa, Kenapa?

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Minggu 08 November 2020 03:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 08 51 2305987 indra-sjafri-dorong-pemain-indonesia-berkarier-di-eropa-kenapa-zAt88TBQX5.jpg Direktur Teknis Timnas Indonesia, Indra Sjafri (Foto: PSSI)

JAKARTA – Ketua Umum (Ketum) PSSI, Mochamad Iriawan, memiliki rencana untuk mengirimkan para pemain muda Indonesia bergabung dengan sejumlah klub Eropa. Rencana ini pu disambut positif oleh Direktur Teknis Timnas Indonesia, Indra Sjafri.

Menurut Indra, akan ada banyak manfaat jika program tersebut dijalankan. Pasalnya, para pemain muda tersebut akan terbiasa dengan kultur sepakbola Eropa yang profesional.

PSSI sudah berencana untuk mengirimkan pemain yang berusia 15 sampai 18 tahun ke Spanyol atau Portugal. Harapannya, mereka akan menjadi tonggak Timnas Indonesia di masa depan, berbekal ilmu yang mereka dapatkan selama berkarier di Eropa.

Baca juga: Shin Tae-yong Ungkap Perkembangan Kualitas Timnas Indonesia U-19 ke Media Asing

Timnas Indonesia U-19

Indra menilai menyebar pemain ke sejumlah klub Eropa akan lebih bagus ketimbang mengirimkan satu tim untuk menjalani pemusatan latihan (TC). Sebab, mereka akan terbiasa untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan para pemain yang lebih matang, baik secara ilmu, pengalaman, maupun mental bertanding.

“Kami tidak lagi mengirim satu tim ke luar negeri, tapi menitipkan satu atau dua pemain di setiap klub yang ada di luar negeri,” ujar Indra ketika acara webinar Youth Football Development yang diadakan Kemenpora.

“Kalau ramai-ramai (satu tim) maka mereka akan komunikasi dengan Bahasa Indonesia, mungkin kadang-kadang makan-makanan Indonesia juga. Tapi, kalau sendiri, mereka akan dipaksa untuk bisa belajar gaya hidup sepakbola Eropa,” lanjutnya.

Indra pun mencontohkan yang terjadi pada Egy Maulana Vikri. Saat ini, Egy tengah merumput di Liga Polandia bersama Lechia Gdansk. Menurutnya, kemajuan yang dialami Egy lebih pesat setelah bergabung dengan Lechia Gdansk.

“Seperti Egy sekarang, dia sudah bisa bahasa Inggris, sudah terbiasa dengan gaya hidup sepakbola ala Eropa. Ini yang kami inginkan,” jelas pria kelahiran Batang Kapas, Sumatera Barat tersebut.

Egy Maulana Vikri

Indra meyakini jika ada 10 sampai 20 pemain yang meniti karier di Eropa, maka tidak diperlukan TC jangka panjang untuk menciptakan tim yang hebat. Sebab, para pemain tersebut sudah terbiasa berkompetisi di level tertinggi dengan klubnya masing-masing. Sehingga ketika ada panggilan untuk membela Timnas Indonesia, mereka benar-benar sudah siap bertanding.

“Kalau ada 10 sampai 20 anak main di Eropa saya yakin membangun tim sepakbola tidak perlu berbulan-bulan, tidak perlu ada TC jangka panjang. Mungkin kita cukup dengan TC sesuai dengan aturan FIFA, dua atau tiga minggu pertandingan,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini