Jika tidak ada kekurangna itu pada pertandingan pertama, Timnas Indonesia U-16 mungkin memenangkan pertandingan Rabu lalu. Namun, fakta berkata sebaliknya sehingga Timnas Indonesia U-16 terpaksa belajar dari kekalahan.
Meski begitu, kekalahan itu menjadi guru terbaik bagi Timnas Indonesia U-16 jelang pertandingan uji coba kedua kontra UEA. Selain mengetahui kekurangan dalam permainan sendiri, pertandingan uji coba pertama juga membuat Timnas Indonesia U-16 tahu kelebihan UEA.
BACA JUGA: Dikalahkan UEA 2-3, Bima Sakti Akui Banyak Kekurangan di Timnas Indonesia U-16
Rekan setim Marcell, Dimas Juliono Pamungkas, menyatakan UEA sangat mengandalkan postur tubuh yang lebih tinggi, untuk merepotkan pertahanan Timnas Indonesia U-16. Oleh sebab itu, Dimas meminta Timnas Indonesia U-16 mewaspadai setiap bola mati dan umpan-umpan UEA.
“UEA memanfaatkan postur tinggi para penyerang mereka untuk mencetak gol pada pertandingan sebelumnya. Komunikasi antarpemain dalam tim harus lebih baik lagi, koordinasi antar lini diperketat dan yang pasti, kami harus mengantisipasi set piece dan crossing,” ucap Dimas.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.