Cuma Hukuman Degradasi yang Hentikan Dominasi Juventus di Liga Italia?

Ramdani Bur, Jurnalis · Sabtu 10 Oktober 2020 08:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 10 47 2291438 cuma-hukuman-degradasi-yang-hentikan-dominasi-juventus-di-liga-italia-PC1knqnZEV.jpg Juventus dominan di Liga Italia. (Foto: Twitter/@cristiano)

TURIN – Inter Milan di awal musim ini disebut-sebut akan jadi pengganjal dominasi Juventus di Liga Italia. Aktivitas transfer di musim panas 2020 dan hasil di dua laga awal Liga Italia 2020-2021 menjadi tolok ukur Nerazzurri –julukan Inter– dijagokan menghentikan dominasi Juventus di Liga Italia yang berlangsung dalam sembilan tahun terakhir.

Namun, kepantasan Inter Milan menjadi calon kuat pengganjal langkah Juventus langsung menguap setelah Romelu Lukaku dan kawan-kawan bermain 1-1 kontra Lazio di pekan ketiga Liga Italia 2020-2021 akhir pekan lalu. Padahal, Lazio tidak dalam kondisi mental terbaik karena pada pekan sebelumnya baru saja dihajar Atalanta 1-4.

Inter Milan

(Inter Milan disebut calon kuat pengganjal dominasi Juventus di Liga Italia)

Karena itu, andai Juventus menang 2-0 atas Napoli di laga tunda, Bianconeri –julukan Juventus– otomatis sudah melewati Inter di papan klasemen Liga Italia 2020-2021. Sekadar informasi, Juventus mengemas empat angka di dua laga awal dengan mengalahkan Sampdoria 3-0 dan bermain 2-2 kontra AS Roma.

Sekarang yang jadi pertanyaan, cuma hukuman degradasi yang mampu menghentikan dominasi Juventus di Liga Italia? Tentu, kejadian miris yang dialami Juventus 14 tahun lalu tak ingin dirasakan manajemen maupun fans si Nyonya Tua.

Saat itu kepolisian Italia mengungkap praktek haram yang dilakukan CEO Juventus Luciano Moggi dan salah satu direktur si Nyonya Tua saat itu, Antonio Giraudo. Pada musim 2004-2005 dan 2005-2006, keduanya kerap menghubungi beberapa pejabat sepakbola Italia (FIGC). Mereka lantas memiliki power untuk menunjuk wasit yang memimpin pertandingan Juventus di Liga Italia.

Luciano Moggi

(Luciano Moggi dihukum seumur hidup dilarang berkecimpung di dunia sepakbola)

Ujung-ujungnya di atas lapangan hijau, Juventus kerap diuntungkan wasit yang dipesan Luciano Moggi tersebut. Namun, praktek ilegal Luciano Moggi terbongkar. Praktek ilegal yang dibuat petinggi Juventus saat itu biasa disebut Calciopoli atau pengaturan skor.

Akibatnya, dua gelar Liga Italia yang didapat Juventus pada 2004-2005 dan 2005-2006 dilucuti. Gelar Liga Italia 2004-2005 dibiarkan kosong, sedangkan trofi 2005-2006 diberikan kepada Inter Milan.

Tidak sampai di situ, Juventus juga dipaksa turun kasta ke Serie B. Mereka pun memulai Serie B 2006-2007 dengan posisi minus 30 poin. Namun, setelah banding Juventus memulai kompetisi dengan kondis minus 9 poin.

Del Piero

(Del Piero salah satu pemain andalan Juventus saat itu)

BACA JUGA: Capello Ungkap Kenapa Inter Jadi Lawan Utama Juventus di Liga Italia 2020-2021

Terlepas dari kasus Calciopoli yang ada, sebenarnya skuad Juventus saat itu sangat kuat. Tampuk kepelatihan Juventus saat itu dipegang Fabio Capello, pelatih yang berpengalaman membawa AC Milan juara Liga Italia dan Liga Champions.

Di deretan pemain terdapat sejumlah personel bintang seperti Gianluigi Buffon, Fabio Cannavaro, Lilian Thuram, Pavel Nedved, Patrick Vieira, David Trezeguet, Alessandro Del Piero hingga Pavel Nedved.

Fabio Capello

(Fabio Capello, pelatih Juventus pada 2004-2006)

Padahal, diyakini tanpa harus melakukan Calciopoli pun, skuad Juventus sudah sangat kompetitif untuk bersaing dengan tiga klub teras Liga Italia saat itu yakni Inter Milan, AC Milan dan AS Roma. Efek Calciopoli sangat besar bagi Juventus.

Selain dihukum degradasi, mereka ditinggal pemain-pemain bintang seperti Thuram, Gianluca Zambrotta, Emerson, Vieira, Zlatan Ibrahimovic dan Fabio Cannavaro. Skandal Calciopoli ini sejatinya tidak hanya melibatkan Juventus.

Tercatat ada empat klub lain yang terlibat yakni AC Milan, Fiorentina, Lazio dan Reggina. Hanya saja tidak seperti Juventus yang didegradasi, mereka cuma mendapat hukuman pengurangan poin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini