Dituduh Bersikap Rasis, Bek Marseille Balik Ledek Neymar

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Senin 14 September 2020 09:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 14 51 2277252 dituduh-bersikap-rasis-bek-marseille-balik-ledek-neymar-hHxaLSvpbS.jpg Alvaro Gonzalez menghadang Neymar Jr (Foto: Twitter/@PSG_Inside)

PARIS – Bek Olympique Marseille, Alvaro Gonzalez, angkat bicara mengenai tudingan rasis yang diarahkan penyerang Paris Saint-Germain (PSG), Neymar Jr. Menurutnya, pesepakbola berkebangsaan Brasil itu harus belajar bagaimana menerima kekalahan.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Parc des Princess itu memang dimenangi Olympique Marseille dengan skor tipis 1-0. Gol semata wayang Florian Thauvin pada menit 33, berhasil membawa anak asuh Andre Villas-Boas pulang dengan poin penuh.

Namun, bukan kekalahan kedua beruntun PSG yang menjadi tajuk utama, melainkan hujan kartu merah di penghujung laga. Keributan antara pemain dari kedua kesebelasan menyebabkan wasit Jerome Brisard terpaksa mengambil tindakan tegas.

Baca juga: Villas-Boas Ragu Anak Asuhnya Bersikap Rasis terhadap Neymar

Keributan terjadi di penghujung laga (Foto: PSG)

Ia mencabut dua kartu merah langsung, masing-masing satu untuk Layvin Kurzawa dan Jordan Amavi. Sementara tiga pemain lainnya mendapat kartu kuning kedua, seperti Leandro Paredes, Neymar Junior, dan Dario Benedetto.

Selepas laga, Neymar Jr mengklaim Alvaro mengucapkan kalimat bernada rasis kepadanya. Terang saja, bek berkebangsaan Spanyol itu berang dengan tudingan rasis. Ia justru menegaskan tidak ada ruang untuk rasisme di dunia sepakbola.

“Tidak ada tempat untuk rasisme. Saya memiliki riwayat karier yang bersih dengan rekan-rekan setim dan teman-teman setiap harinya. Terkadang, Anda harus belajar bagaimana menerima kekalahan di atas lapangan,” cuit Alvaro Gonzalez lewat akun Twitter @AlvaroGonzalez_, dikutip dari Goal, Senin (14/9/2020).

Pembelaan juga diutarakan sang pelatih, Andre Villas-Boas. Pria berpaspor Portugal itu justru menuding sikap tidak pantas yang ditunjukkan penggawa PSG, Angel di Maria. Gelandang berkebangsaan Argentina itu dituduh meludahi Alvaro, jauh sebelum insiden di penghujung laga.

“Saya tidak tahu. Semoga saja tidak ada, karena tidak ada tempat untuk rasisme di sepakbola. Itu adalah pelanggaran serius jika terjadi. Saya tidak yakin,” papar Andre Villas-Boas, dikutip dari Sportskeeda.

“Sebelum itu, kita menghadapi situasi di mana Di Maria meludah ke arah Alvaro. Hal-hal seperti ini harus dihindari di sepakbola. Semoga saja ini tidak menjadi titik hitam dari penampilan bersejarah kami,” tutup pria berusia 42 tahun tersebut.

Terlepas dari benar tidaknya dua insiden tersebut, hasil negatif itu semakin membuat PSG merana. Sebab, mereka kini terdampar di peringkat 18 klasemen sementara Liga Prancis 2020-2021 dengan nilai nol. Sementara itu, Marseille menghuni tangga kelima dengan nilai sempurna enam dari dua laga.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini