LISBON – Bintang Paris Saint-Germain (PSG) terpilih sebagai Man of The Match di laga semifinal antara PSG kontra Atalanta, Kamis (13/8/2020) dini hari tadi. Winger asal Brasil itu membawa timnya menang tipis lewat skor akhir 2-1.
Akan tetapi usai laga, Neymar yang baru saja menerima penghargaan tersebut langsung memberikan kepada rekan satu timnya yang tak lain adalah Eric Maxim Choupo-Moting. Melihat kontribusi yang diberikan, Neymar merasa Choupo-Moting lebih layak mendapatkan gelar tersebut.

Seperti dikethaui, Choupo-Moting menjadi salah satu pemain yang punya peran penting dalam kemenangan Paris Saint-Germain (PSG) atas Atalanta di perempatfinal Liga Champions 2019-2020 dini hari tadi.
Penyerang berpaspor Kamerun itu mencetak gol penentu kemenangan Les Parisiens –julukan PSG– tepat di menit-menit akhir pertandingan.
Baca juga: Terakhir PSG ke Semifinal Liga Champions, Neymar Masih Bocah dan Mbappe Belum Lahir
Choupo-Moting sendiri sebenarnya baru berkontribusi untuk PSG di babak kedua. Pada menit ke-79 pelatih Thomas Tuchel menunjuknya untuk menggantikan peran Mauro Icardi di lini depan tim.
Keputusan yang diambil Tuchel berbuah hasil di luar dugaan bagi timnya. Choupo-Moting mencetak gol penentu kemenangan Les Parisiens –julukan PSG– tepat di menit-menit akhir pertandingan.
Berkat golnya inilah, PSG akhirnya memastikan satu tempat di babak semifinal Liga Champions 2019-2020. Performa Choupo-Moting pun membuat mendapat pujian dari berbagai pihak.
Salah satunya datang dari rekan satu timnya, Ander Herrera. Eks penggawa Manchester United itu salut dengan pemain asal Kamerun itu yang tetap menujukkan totalitas meski kontraknya di klub akan habis dalam waktu dekat.

“Saya harus memberi penghormatan kepada Choupo, yang kontraknya dengan klub akan segera berakhir dan yang berusaha keras untuk menjadi pemain terbaik,” ujar Herrera usai pertandingan.
Sebagai catatan, kemenangan atas Atalanta ini membuat Les Parisiens untuk pertama kalinya lolos ke semifinal dalam 25 tahun terakhir. PSG terakhir kali lolos ke semifinal pada musim 1994-1995. Langkah PSG pada waktu itu terhenti setelah kalah telak 0-3 dari raksasa Italia, AC Milan.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)