Atalanta vs PSG, Gasperini Ungkap Penyebab La Dea Kurang Menggigit

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Kamis 13 Agustus 2020 09:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 13 261 2261434 atalanta-vs-psg-gasperini-ungkap-penyebab-la-dea-kurang-menggigit-vXWuSyKTFS.jpg Atalanta hanya mengandalkan Duvan Zapata di depan (Foto: UEFA)

LISBON – Pelatih Atalanta, Gian Piero Gasperini, membantah anak asuhnya kalah dari Paris Saint-Germain (PSG) karena kurang tajam. Menurutnya, La Dea sudah mengerahkan segala kemampuan dan harus beradaptasi dengan absennya penyerang andalan, Josip Ilicic.

Seperti diketahui, PSG sukses menaklukkan Atalanta secara dramatis dengan skor 2-1 pada Perempatfinal Liga Champions 2019-2020, Kamis (13/8/2020) di Stadion Da Luz, Lisbon, Portugal. Kemenangan itu diraih setelah Gli Orobici unggul lebih dulu pada menit 26 lewat kaki Mario Pasalic.

Setelah itu, laga praktis menjadi milik PSG. Namun, Les Parisiens baru bisa mencetak gol pada injury time babak kedua lewat Marquinhos dan Eric Maxim Choupo-Moting. Kedua gol tersebut seakan menandakan Atalanta sudah kelelahan hingga kehilangan fokus dan kurang tajam di depan.

Baca juga: Disingkirkan PSG, Gasperini Yakin Masyarakat Bergamo Tetap Bangga pada Atalanta

Atalanta unggul lebih dulu lewat Mario Pasalic (Foto: Twitter/@ChampionsLeague)

Anggapan itu dibantah keras oleh Gian Piero Gasperini. Menurutnya, Atalanta tidak kelelahan kendati harus melewati jadwal padat di Liga Italia 2019-2020 pada Juni-Agustus. Kurang dahsyatnya serangan mereka lebih dikarenakan absennya pemain kunci, Josip Ilicic.

“Kami bukannya tidak tajam, tetapi PSG punya pemain yang mampu memberikan reaksi. Mereka bisa mengubah kecepatan dalam waktu singkat dan lolos dari penjagaan. Neymar, (Kylian) Mbappe, dan juga yang lain, bisa melakukannya dalam level tertinggi,” papar Gian Piero Gasperini, dikutip dari Football Italia, Kamis (13/8/2020).

“Menurut saya, kami sudah bermain dengan kekuatan kami, gol Pasalic mengingatkan saya pada penyelesaian akhir Josip Ilicic. Kami tidak terlihat begitu menyerang, mungkin karena harus menggantikan Ilicic dengan pemain tengah yang punya karakter berbeda,” sambung pria asal Italia itu.

Ya, Atalanta memang tidak bisa menurunkan Josip Ilicic, bukan karena cedera, melainkan sang pemain tengah dihinggapi depresi. Kehilangan pria asal Slovenia itu merupakan pukulan telak. Sebab, ia adalah pemain tersubur musim ini dengan torehan 21 gol di semua kompetisi, termasuk lima buah di Liga Champions 2019-2020.

Tanpa kehadiran Josip Ilicic, Atalanta terlihat hanya mengandalkan Duvan Zapata di depan. Padahal, pemain berusia 32 tahun itu punya kemampuan untuk memecah kebuntuan lewat tembakan jarak jauh yang akurat atau giringan bola menuju kotak penalti lawan.

Kegagalan Atalanta menyebabkan tidak ada lagi wakil Italia tersisa di Liga Champions 2019-2020. Dua wakil lain, yakni Juventus dan Napoli, sudah terlebih dulu gugur pada babak 16 besar. Sedangkan Inter Milan, justru tergusur ke Liga Eropa 2019-2020 setelah kalah bersaing di grup.

Bagi PSG sendiri, ini merupakan Semifinal Liga Champions kedua setelah terakhir kali mencapai fase tersebut pada 1994-1995. Les Rouge et Bleu akan menunggu pemenang dari laga RB Leipzig vs Atletico Madrid yang akan dihelat Jumat 14 Agustus 2020 dini hari WIB.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini