DUSSELDORF – Laga seru dipastikan tersaji di hamparan rumput Stadion Esprit Arena, Dusseldorf, Jerman. Pasalnya, Inter Milan akan menghadapi Bayer Leverkusen pada babak Perempatfinal Liga Eropa 2019-2020, Selasa 11 Agustus dini hari WIB.
Kedua kesebelasan sama-sama mengobarkan ambisi untuk melangkah sejauh mungkin di Liga Eropa 2019-2020. Kalau sudah begitu, baik Antonio Conte maupun Peter Bosz hampir pasti menurunkan kekuatan penuh guna melangkah ke babak semifinal.
Inter Milan jelas lebih diunggulkan pada laga tersebut. Selain skuad yang lebih berkualitas, I Nerazzurri juga memiliki kebugaran yang lebih baik. Skuad asuhan Antonio Conte baru saja bermain melawan Getafe pada Kamis 6 Agustus 2020 dalam rangka babak 16 Besar Liga Eropa 2019-2020.
Baca juga: Jadwal Liga Eropa 2019-2020 Malam Ini, Man United dan Inter Melaju ke Semifinal?

Jarak lima hari dari laga tersebut sudah cukup untuk memulihkan stamina. Dengan match fitness yang lebih baik, Inter Milan tentu tidak kesulitan untuk langsung bermain agresif sejak awal. Sebab, tubuh mereka sudah terbiasa dengan intensitas pertandingan.
Bayer Leverkusen juga bermain pada waktu bersamaan ketika menang 1-0 atas Glasgow Rangers. Namun, itu merupakan laga kompetitif pertama dalam kurun waktu sebulan terakhir bagi skuad arahan Peter Bosz. Sebelum itu, mereka terakhir bermain pada 4 Juli 2020 pada Final DFB Pokal.
Stamina Kai Havertz dan kawan-kawan jelas berada dalam kondisi terbaik. Namun, match fitness mereka tidak sebaik ketika bermain rutin seperti Inter Milan yang baru menyelesaikan Liga Italia 2019-2020 pada 2 Agustus lalu.
Antonio Conte juga lebih leluasa untuk meracik skuadnya pada laga tersebut. Di bawah mistar, nama Samir Handanovic hampir pasti diturunkan. Sementara trio lini belakang bisa diisi oleh Diego Godin, Stefan de Vrij, dan Milan Skriniar. Variasi strategi mungkin dilakukan pada lini tengah.
Berkaca pada strategi yang diterapkan Peter Bosz, Antonio Conte bisa saja memasang gelandang tengah yang punya preferensi bertahan untuk meredam serangan balik kilat Bayer Leverkusen. Sementara di depan, duet Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez sudah jaminan mutu.
Keleluasaan meracik strategi tidak dimiliki oleh Peter Bosz. Arsitek tim berkebangsaan Belanda itu tidak bisa menurunkan Charles Aranguiz yang terkena akumulasi kartu. Sementara itu, kebugaran Nadiem Amiri masih diragukan. Karena itu, lini tengah bakal menjadi perhatian tersendiri.

Berkaca pada kegemarannya menerapkan pola 4-2-3-1, masalah muncul untuk double pivot karena absennya Aranguiz dan belum fitnya Amiri. Bosz mungkin akan mendorong Lars Bender untuk bermain lebih ke depan guna menemani Julian Baumgartlinger. Sedangkan posisi lain tidak bermasalah, termasuk bintang mereka, Kai Havertz, yang akan memimpin lini depan.
Inter Milan (3-4-1-2): Samir Handanovic; Diego Godin, Stefan De Vrij, Milan Skriniar; Danilo D’Ambrosio, Roberto Gagliardini, Marcelo Brozovic, Ashley Young; Christian Eriksen; Romelu Lukaku, Lautaro Martinez
Bayer Leverkusen (4-2-3-1): Lukas Hradecky; Mitchell Weiser, Sven Bender, Jonathan Tah, Wendell; Julian Baumgartlinger, Lars Bender; Leon Bailey, Kerem Demirbay, Moussa Diaby; Kai Havertz
(Mochamad Rezhatama Herdanu)