LONDON – Sektor depan seakan menjadi fokus Chelsea dalam membenahi kekurangan di Liga Inggris 2019-2020. Namun, menurut mantan pemainnya, Franck Leboeuf, justru kekuatan di lini belakang lah yang harus ditambal, bukan serangan.
Lini belakang Chelsea memang cukup gawat sepanjang Liga Inggris 2019-2020. Mereka hanya mencatatkan sembilan kali cleansheet dalam 38 pertandingan. Sementara itu, gawang Si Biru kemasukan 54 kali, atau yang terburuk dibandingkan kesebelasan penghuni 10 besar lainnya.
Kondisi itu jelas tidak bagus untuk klub yang menghuni peringkat empat. Bocornya lini belakang itu menyebabkan Chelsea hanya mencatatkan selisih gol surplus 15, yang paling sedikit di antara kesebelasan empat besar.
Baca juga: Selain Inter, Conte Pernah Berkonflik dengan Manajemen Chelsea dan Juventus

Buruknya penampilan lini belakang tersebut tidak diimbangi dengan manuver di bursa transfer. Sejauh ini, Chelsea sukses mendatangkan Timo Werner dan Hakim Ziyech. Mereka juga santer dikabarkan membidik talenta muda Bayer Leverkusen, Kai Havertz.
Bagi Franck Leboeuf, hal itu belum cukup. Chelsea diminta untuk merekrut satu orang pemain belakang berkualitas seperti halnya bek Liverpool, Virgil Van Dijk. Opsi yang dimiliki sekarang dinilai kurang cukup untuk mengawal jantung pertahanan.
“(Frank) Lampard harus meningkatkan semuanya. Kiper memang menjadi masalah besar, tetapi Anda harus melihat isu utamanya. Jika Anda melihatnya, itu adalah bek tengah,” ujar Franck Leboeuf, dikutip dari Goal, Selasa (4/8/2020).