Marc Klok Ternyata Seorang Striker

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Senin 06 Juli 2020 20:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 06 49 2242148 marc-klok-ternyata-seorang-striker-nkOmXoXe3W.jpg Marc Klok. (Foto/Persija)

JAKARTA – Nama Marc Klok kini menjadi tenar sebagai salah satu gelandang ternama di Indonesia saat memutuskan membela PSM Makassar. Namun, pada awal kariernya posisi pemain asal Belanda ini bukanlah pemain yang berada di sektor tengah.

Menyitir laman Persija, Senin (6/7/2020) Klok mengungkapan mengenal sepak bola saat usia masih sangat muda yakni 5 tahun. Pada awal perjalanan kariernya sebagai seorang pesepakbola, ia memilih memainkan peran sebagai penyerang.

Setelah berhasil masuk skuad akademi dan profesional, Klok diberi tanggung jawab oleh pelatihnya untuk menjadi gelandang. Klok pun menerima tantangan pelatihnya itu dengan sangat baik.

Foto/Persija

“Posisi pertama saya adalah penyerang. Kala itu pelatih mengatakan saya akan lebih berkembang menjadi gelandang dan saya menerima itu. Sebagai pemain bola kita harus bisa menerima segala arahan pelatih dan menjalankannya dengan benar,” tuturnya.

Baca juga: 2 Makanan Khas Indonesia yang Menjadi Favorit Marc Klok

Baca juga: Rayakan Anniversary Pernikahan, Marco Motta dan Istri Berlibur ke Venice

Klok menambahkan tidak masalah berpindah posisi dari striker menjadi gelandang. Menurut pemain berusia 26 tahun ini, setiap pelatih memiliki cara pandang berbeda untuk mengembangkan bakat anak asuhnya.

“Pelatih pasti mengerti bagaimana filosofi bermain sebuah tim dan pemainnya. Kita harus fokus untuk setiap posisi,” ujar pemain yang berseragam Persija pada 2020 ini.

Menurut Klok, ada tiga kunci untuk menjadi gelandang bertahan yang tangguh. Pertama, gelandang bertahan harus memiliki naluri bertahan. Hal itu penting karena gelandang bertahan harus menghentikan penyerang lawan, agar tidak memberikan umpan atau mencetak gol.

Kedua, setiap gelandang bertahan harus mempunyai kemampuan operan bola yang baik. Pasalnya, gelandang bertahan juga punya tugas mengalirkan bola dari bek kepada penyerang.

“Terakhir body shape (bentuk tubuh) juga harus bagus. Saat menerima umpan dari pemain belakang (harus) bisa banyak memiliki opsi yang banyak untuk bisa kirim umpan ke teman,” ungkap Klok.

Selain itu, pemain berusia 26 tahun ini menekankan gelandang bertahan harus memiliki stamina prima. Hal ini juga sangat penting, karena gelandang bertahan harus bermain baik selama 90 menit.

Menurut Klok, tugas gelandang bertahan sejatinya sangat berat. Pasalnya pemain yang berperang sebagai seorang gelandang bertahan, harus rela maju-mundur di tengah lapangan sepanjang pertandingan bergulir.

“Tentu jika itu (stamina) tidak punya, kita tidak bisa berfungsi optimal terutama mempengaruhi permainan kita yang mudah lelah. Untuk mendapatkan stamina yang bagus, saya sarankan kamu latihan bisa ditambah di gym, bisa juga dari makanan maupun pola tidur yang baik,” pungkasnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini